BAB I
SISTEM PENDIDIKAN INDIA- PAKISTAN
A. Sistem Pendidikan Negara India
1. Kajian Sejarah (Historis)
Republik India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Negara India merupakan salah satu bekas jajahan, India yang dikenal dengan nama kunonya Bharat, merupakan satu republik Federal semenjak tahun 1950, walaupun telah mendapat kemerdekaannya dari Inggris tahun 1947.
India terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan kebudayaan. Bangsa Arya yang mula- mula masuk dari Persia ke India antara tahun 1500- 1200 SM celah Kyber di utara membawa agama dan hidup menurut ajaran Veda, sesudah mengalami perkembangan, berkembang menjadi agam hindu. Salah satu aspek agama hindu adalah pembagian masyarakat atas beberapa Kasta, yang merupakan hambatan bagi perkembangan masyarakat. Menurut undang- undang Manu yang mennetapkan hak dan kewajiban tiap kasta, yang boleh mengajarkan isi buku suci hanya kasta Brahmana, sedangkan yang boleh menjadi murid ialah kasta Brahmana dan Kasta Ksatria.
Bangsa Arab yang datang pada permulaan abad ke- 8 membawa kebudayaan islam. Raja- raja Islam, terutama dari dinasti Moghul dapat menguasai sebahagian besar anak benua ini dalam bad ke-16. bagaimanapun usaha Sultan Akbar untuk mempersatukan pemeluk agam Islam dan Hindu, tetapi usaha itu gagal. Hanya selam pemerintahan Inggris pemeluk kedua agama itu dapat hidup berdampingan, walupun selalu ada perselisihan.
Pengaruh islam di republik India ini tidak besar. Dewasa ini hanya 11% dari seluruh Penduduk di Republik India. Mereka mempunyai sistem pendidikan sendiri, yakni Hahtat. Tempat anak- anak mempelajari kitab al- Qur’an adalah di Mesjid yang kemudian ditersukan di Madrasah. Selama kekuasaan raja-raja islam, ada yang menekan pendidikan Hindu. Sesudah kerajaan islam mundur, Mutahab dan madarasah inipun turut pula mengalami kemunduran
Kebudayaan Barat mula-mula masuk oleh bangsa Portugis kemudian oleh Inggris. Bersamaan dengan kebudyaan itu, masuk pula agama kristen, sehingga hingga sekarang 21% penduduknya beragama kristen. Pendidikan yang diberikan Inggris, disertai penggunaan bahsa Inggris, terutama karena banyaknya bahasa India. Selama pemerintahan Inggris, bahasa Inggris menjadi bahsa resmi dan bahsa pengantar di sekolah- sekolah. Gerakan nasional sebgai reaksi terhadap penjajahan timbul pada abad ke-19. gerakan nasional mendapat wujudny dalam 1815 dengan pembentukan Kongres Nasional india.
---------------------------------------
Kolkata (bantuan•maklumat) (Bahasa Bangla: কলকাতা, IPA: /'kolkat̪a/, dahulunya Calcutta (bantuan•maklumat)) ialah ibu negeri Bengal Barat yang terletak di tebing timur Sungai Hooghly di India timur. Dengan bilangan penduduk bandar raya sebanyak hampir lima juta, dan bilangan penduduk metropolitan melebihi 14 juta, Kolkata ialah aglomerasi bandar yang ketiga terbesar dan bandar raya yang keempat terbesar di India.
Kolkata bertindak sebagai ibu negara India semasa Raj British sehingga 1911. Merupakan pusat pendidikan, sains, kebudayaan, dan politik moden pada satu ketika, Kolkata mengalami kebekuan ekonomi pada tahun-tahun yang menyusul kemerdekaan India pada tahun 1947. Bagaimanapun sejak tahun 2000, pembalikmudaan ekonomi telah menyekat kemerosotan yang mengerikan ini, dan telah menyebabkan peningkatan dalam pertumbuhan bandar raya Kolkata. Serupa dengan bandar raya besar yang lain, Kolkata terus menempuh masalah-masalah perbandaran seperti kemiskinan, pencemaran, dan kesesakan lalu lintas. Sebuah bandar raya yang bersemangat dan bertenaga dengan budaya sosial dan politik tersendiri, Kolkata dikenali untuk sejarah revolusinya, dari perjuangan kemerdekaan India hingga ke gerakan-gerakan puak kiri dan kesatuan sekerja. Dirujuk sebagai "Ibu Kota Kebudayaan India", "Bandaraya Perarakan", dan "Bandaraya Kegembiraan", Kolkata merupakan tempat asal kepada tokoh-tokoh seperti Rabindranath Tagore, Subhas Chandra Bose, Ibu Teresa, Satyajit Ray, dan Satyendranath Bose.
-----------------------------------------
New Delhi merupakan pusat pendidikan di daerah India Utara. University of Delhi merupakan salah satu kampus terbaik di India yang terkenal dengan kualitasnya dalam sistem pembelajaran dan penelitian serta telah menghasilkan sarjana di berbagai bidang keilmuan. University of Delhi didirikan pada tahun 1922 sebagai pusat pendidikan oleh pemerintah. Pada masa awal pendiriannya, University of Delhi hanya memiliki dua fakultas yaitu Art Faculty dan Science Faculty yang terdiri dari tiga kampus utama yaitu St. Stephens College (1881), Hindu College (1899), dan Ramjas College (1917), yang dapat menampung 750 mahasiswa.
Menyadari pentingnya pengembangan aspek akademis, pada tahun 1933, Sir. Maurice Gwyer yang menjabat sebagai Vice Chancellor mendatangkan para professor yang kompeten di berbagai bidang keilmuan untuk mengajar di kampus tersebut. Pengembangan kampus terus dilakukan dari masa ke masa hingga pada saat ini University of Delhi telah memiliki 14 fakultas, 86 departemen, dan 79 collage yang tersebar di seluruh kota New Delhi.
Dalam upaya pengembangan kampus pada tahun 70-an, University of Delhi menerapkan kerangka organisasi baru melalui konsep multi-kampus. Di daerah Dhaula Kuan didirikan The South Campus pada awal tahun 1973 yang dimulai dengan program Postgraduate di Faculty of Art dan Faculty of Social Sciences. Selanjutnya didirikan pula The East Campus dan The West Campus yang masing-masing fokus pada bidang kedokteran dan teknologi.
University of Delhi telah banyak menerima penghargaan dalam berbagai bidang sejak tahun 60-an antara lain bidang fisika, kimia, pertanian, peternakan, ekonomi dan sosiologi di mana pada saat sekarang ini universitas tersebut telah menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, sejumlah award telah diperoleh berbagai departemen di universitas ini.
Tak jauh berbeda dari sisi kualitas, Jamia Millia Islamia juga merupakan salah satu kampus terbaik yang terdapat di New Delhi, India. Jamia Millia Islamia yang merupakan kampus bermayoritas Muslim dikenal dengan kualitasnya dalam sistem pembelajaran dan penelitian serta telah menghasilkan sarjana di berbagai bidang keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan ilmu-ilmu keislaman. Walaupun mayoritas sivitas akademika di kampus ini beragama Islam, namun kampus ini tidak membedakan kasta, agama maupun ras. Jamia Millia Islamia didirikan pada tahun 1920 di New Delhi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan oleh pemerintah.
Jamia Millia Islamia menawarkan beragam program akademis dan program ekstensi yang terdiri dari beberapa fakultas dan pusat-pusat kajian antara lain:
1. Faculty of Education (Department of Studies)
Department of Foundation of Educations
Department of Teacher Training & Non-Formal Education
Department of Fine Arts & Art Education
2. Faculty of Humanities & Languages (Department of Studies)
Department of Urdu
Department of Islamic Studies
Department of Arabic
Department of Persian
Department of Hindi
Department of English
3. Faculty of Social Science (Department of Studies):
Department of Economics
Department of Political Science
Department of Social Work
Department of Sociology
Department of Psychology
Department of Commerce
4. Faculty of Natural Science (Department of Studies):
Department of Physics
Department of Chemistry
Department of Geography
Department of Mathematics
Department of Bio-Sciences
5. Faculty of Engineering & Technology (Department of Studies)
Department of Civil Engineering
Department of Mechanical Engineering
Department of Electrical Engineering
Jamia Polytechnic
6. University Center di Jamia Millia Islamia
1. Academic Staff College
2. Academy of Third World Studies
3. A.J.K. Mass Communication Research Centre
4. Barkat Ali Firaq State Resource Centre
5. Centre for Coaching and Career Planning
6. Centre for Culture Media & Governance
7. Centre for Dental Studies
8. Centre for Distance and Open Learning
9. Centre for Gandhian Studies
10. Centre for Information Technology
11. Centre for Interdisciplinary Research in Basic Sciences
12. Centre for Jawaharlal Nehru Studies
13. Centre for Management Studies
14. Centre for Professional Development of Urdu Teacher
15. Centre for Spanish and Latin American Studies
16. Centre for Theoretical Physics
17. Centre for the Study of Comparative Religions and Civilizations
18. Centre for West Asian Studies
19. Dr. K. R. Narayanan Centre for Dalit and Minorities Studies
20. Dr. Zakir Husain Institute of Islamic Studies
21. Jamia's Prem Chand Archives and Literary Centre
22. Nelson Mandela Center for Peace and Conflict Resolution
23. Sarojini Naidu Centre for Women's Studies
Jamia Millia Islamia mengadopsi sistem pendidikan yang sama dengan University of Delhi, yaitu sistem Eropa dan sistem Amerika. Dengan gabungan sistem ini tingkat keseriusan belajar mahasiswa sangat tinggi. Strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa di Jamia Millia Islamia adalah “independent learning”. Mereka lebih banyak meluangkan waktu dengan belajar sendiri dan memperbanyak waktu membaca.
Berbeda dengan University of Delhi, Jamia Millia Islamia tidak memberlakukan sistem porsi penilaian sebagaimana yang terdapat di University of Delhi. Keseluruhan nilai mata kuliah mutlak diperoleh dari hasil ujian final mahasiswa, tanpa ada komponen kehadiran maupun tugas-tugas. Jadi tidak ada kewajiban bagi mahasiswa untuk hadir penuh dalam perkuliahan, hanya saja mahasiswa akan kesulitan untuk mengikuti ujian jika tidak mengikuti perkuliahan dengan dosen di kelas.
Di kampus ini, metode yang dipakai adalah metode chapter. Artinya, setiap tahun ajaran mahasiswa diberikan sejumlah chapter (mata kuliah) yang akan ditempuh selama satu tahun ajaran. Hal ini berbeda dengan University of Delhi yang menggunakan sistem per semester.
2. kajian geografis
Republik India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar keempat di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India, negara dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar dan mempunyai kemampuan senjata nuklir.
Terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Cina, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan.
India adalah letak dari peradaban kuno seperti Budaya Lembah Indus dan merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama dunia: Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme. Negara ini merupakan bagian dari Britania Raya sebelum meraih kemerdekaan pada 1947.
Mulainya Sebuah Perjalanan: Peningkatan Kinerja Guru di India
Bagaimana sistem pendidikan dapat memberi perubahan pada guru dan dalam skala besar? Ini adalah sebuah pertanyaan yang dihadapi India dalam memastikan bahwa peningkatan akses pendidikan dengan sendirinya mengubah akses menuju pendidikan berkualitas. Sebagaimana jumlah sekolah dasar meningkat dari 0,84 juta dalam tahun 1999-2000 menjadi 1,04 juta dalam tahun 2005-2006, dan jumlah guru meningkat dari 3,2 juta dalam tahun 99-00 menjadi 4,17juta dalam tahun 05-06, merupakan peningkatan yang besar pada setiap survei walaupun tingkat pembelajaran yang dicapai anak tetap sangat rendah.
Dalam hal ini sebuah resensi pelatihan [in-service] guru yang diusulkan [kebanyakan praktek guru yang ada dilaksanakan sampai 20 hari dalam setahun di bawah Program PUS India, Sarva Shiksha Abhiyan]. Salah satu realisasi yang muncul adalah tidak adanya kesepakatan dan kejelasan bagaimana ‘pelatihan guru yang baik’ juga karena tidak adanya kesepakatan dan mengenai bagaimana mengajar yang baik. Nilai ujian dapat dicapai meskipun tanpa arti mengajar yang baik, nilai semacam ini juga menyembunyikan tingkat kebutuhan sebagian besar kelompok marginal dimaksud [atau tidak]. Untuk mengatasinya, tingkat kinerja guru saat ini memerlukan asesmen dan strategi terencana guna meningkatkan kualitas mengajar dan belajar; upaya nasional di laksanakan oleh pemerintah India dengan dukungan dari UNICEF.
ADEPTS, dan konteks keberagaman
Kemajuan Kinerja Pendidikan melalui Dukungan Guru [Advancement of Educational Performance through Teacher Support - ADEPTS] adalah upaya yang dimaksud, dimulai dengan sebuah pertemuan badan penasihat yang dihadiri oleh beberapa negara bagian di India untuk menyetujui draf ‘standar kinerja’ untuk guru, pelatih dan institusi pendukung guru dari kecamatan sampai tingkat propinsi. Menariknya, konsensus pertama keberagaman kelompok siswa adalah faktor utama yang diperhatikan. Dalam sebuah konteks dimana anak mempunyai latar belakang sosial ekonomi, etnis, bahasa dan tingkat kemiskinan yang berbeda [mempengaruhi kemampuan mereka bersekolah], di India peningkatan pendaftaran telah menyadarkan anak-anak yang secara tradisi tidak pernah bersekolah seperti anak cacat, pekerja anak, kelompok imigran, anak perempuan dari masyarakat tertentu dan lainnya dari kelompok yang paling marginal. Kelas, pedagogi, kurikulum dan bahan pelajaran masih belum dapat menganggap pentingnya hubungan keragaman ini, sebagai akibatnya mereka yang paling mendapat keuntungan, adalah yang mengorbankan yang lemah, dan kualitas pendidikan secara keseluruhan tetaplah buruk.
Standar-Standar Performa yang muncul
Sebuah ciri khusus dari ADEPTS adalah menciptakan kepemilikan dan merubah cara yang ‘masuk akal’ dalam diskusi dengan para prakatisi. Dimulai dengan, sebuah pertemuan untuk menimbulkan bahwa tempat kerja guru yaitu sekolah adalah merupakan satu kesatuan penting dari hubungan dan proses. Berikutnya peserta dalam proses tersebut, termasuk guru-guru, terikat pada pertanyaan: ‘Apa yang kita inginkan untuk melihat yang sedang dikerjakan guru?’ Banyak jawaban yang muncul dari pertanyaan ini, dan yang penting dari keseluruhan itu adalah kesepakatan. Selama beberapa bulan daftar panjang ini telah disatukan kedalam empat aspek atau dimensi sekolah: fisik [atau menciptakan lingkungan fisik yang kondusif], kognitif [memungkinkan pembelajaran melalui interaksi], sosial [berpusat pada hubungan, etika] dan organisasional [sekolah sebagai sebuah badan, dalam kaitannya dengan masyarakat]. Melalui kegiatan ini, beberapa harapan muncul menjadi sejumlah kelompok atau kategori yang diberi judul sebagai ‘pernyataan standar’, dengan daftar yang mereka pegang sebagai indikatornya.
Disadari juga adanya indikator dengan kompleksitas yang berbeda-beda dan oleh karenanya tidaklah adil untuk mengharapkan seorang guru berusaha mencapai semuanya dalam waktu bersamaan. Ketika dieksplorasi, ada 4 tingkatan kinerja yang diharapkan, untuk itu keuntungan seorang pengawas dapat digunakan baik untuk mengukur kinerja juga membantu kemajuan guru melalui tingkatan yeng berturut-turut yang lebih baik.
Dengan kesepakatan yang luas terhadap harapan-harapan ini, tahap berikutnya adalah mengukur tingkat kinerja saat ini. Menggunakan hasil ini, tim pusat kemudian melaksanakan ‘kunjungan siswa ke negara bagian lain’ ke ratusan sekolah dan struktur-struktur pendukungnya. Di seluruh negeri, ada sebuah kesadaran bahwa kinerja guru di dalam kelas pada kenyataannya berada pada tingkat yang sangat rendah dan perlu untuk ditingkatkan secara dramatis. Ciri khusus dari proses ini adalah dimulai oleh mereka yang berada di dalam sistem daripada dari luar, menuju pengertian dan penerimaan serta keputusan yang lebih besar.
Membuat Perbaikan
Semua ini bagaimanapun juga adalah bagian yang mudah. Saat ini ada beberapa kejelasan akan kinerja yang ada dan yang diinginkan tentang, bagaimana perbaikan dapat disempurnakan? Beberapa kunci dasar yang disepakati dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Motivasi utama bagi para guru adalah mengalami kesuksesan di kelas. Dengan dimikian telah disepakati bahwa persyaratan minimum harus dipenuhi sebelum guru dapat diharapkan untuk menerapkan standar-standar.
Guru berubah ketika melaksanakan standar tersebut dalam praktek daripada melalui teori. Diharapkan standar ini termasuk di dalam kursus in-service. Beberapa daerah sudah memperbaiki proses ini melalui input dari guru mereka.
Ada masa di mana guru belajar [dan begitu juga halnya dengan institusi dan sistem]. Lebih baik apabila menghindari harapan yang berlebihan. Perbaikan oleh karenanya direncanakan dalam tahap pengembangan guru, dibagi fase triwulanan, di mana setiap fasenya mempunyai angka indikator yang sangat terbatas untuk dicapai [4-8]. Ketika guru mencapai satu indikator, memotivasi mereka dan juga mempersiapkan mereka ke fase berikutnya, yang lebih tinggi. Institusi pendukung juga bekerja sama dengan para guru dan berjalan berdampingan satu sama lain
Standar dan indikator dapat cenderung rancu! Penting untuk mengubahnya ke dalam langkah nyata yang dapat diterapkan secara aktual oleh para guru. Demikian, jika sebuah indikator yang telah disepakati maka ‘anak-anak boleh bebas bertanya, tanpa ada rasa takut’ ada suatu kebutuhan untuk memperjelas apa yang perlu dilakukan seorang guru dengan tepat dalam hal seperti ini. Oleh sebab itu, sebagai bagian dari membuat perbaikan, seluruh tim memperinci langkah-langkah nyata yang terlibat dalam mengubah harapan menjadi tahap tindakan yang dapat dilakukan.
Memilih pelaksana dan bekerjasama dengan guru adalah lebih seperti memberi hasil daripada meneruskan dalam satu bentuk instruksi. Dalam pertemuan daerah, para guru memilih indikator yang akan mereka capai [lebih dulu dari daftar indikator potensial yang diberikan untuk tahap tersebut] dan mengidentifikasi / membentuk tahapan yang diperlukan untuk mencapainya. Kinerja mereka akan dinilai terhadap indikator yang telah mereka pilih. Jika mungkin, penilaian murid akan dimasukkan.
‘Kumpulan target’ dalam syarat tahapan perbaikan performa sekarang dapat diterapkan. Para guru dan narasumber mereka dapat menggunakan dokumen standar untuk memperbaiki tahap perubahan yang mereka cari hasilnya, katakanlah dalam setahun atau 6 bulan.
Mengambil pendekatan ‘sedikit campur tangan’ membantu menghilangkan tekanan pada sistem untuk mengubah kurikulum atau buku teks atau bahkan memperkenalkan model pengajaran yang baru. Hal ini lebih pada ‘mengerjakan hal yang sama seperti sebelumnya, tapi dengan sedikit perbedaan’; hal ini mengurangi tekanan pada sistem dan memungkinkan penerapan yang cepat.
Langkah pertama …
Dalam beberapa bulan, lebih dari 15 negara bagian di seluruh negeri baru-baru ini telah berinisiatif melaksanakan ADEPTS dalam cara yang berbeda memperbaiki pelatihan in-servis, mengadakan pertemuan tahap lokal para guru untuk memilih dan menerapkan standar, mengembangkan materi pendukung, dan hal-hal seperti itu. Adalah sangat dini untuk mengatakan seperti apa pengaruhnya. Bagaimanapun yang jelas adalah ada kesepakatan yang sangat besar dalam hal rasa memiliki pada setiap level, antusiasme dan kontekstualisasi [karena keluwesan yang melekat dalam pendekatan memungkinkan pelaksana untuk menyesuaikan usaha dalam situasi dan kebutuhan mereka sendiri]. Karena ide dari ADEPTS mendapatkan kesungguhan dan akar ‘kemenangan’ yang lebih, tentu saja mungkin langkah pertama yang terkenal dalam sebuah perjalanan panjang sebenarnya telah diambil.
Hukum dan Pendidikan di India
PERAN HUKUM DALAM MENGAWAL PENDIDIKAN DI INDIA
“Setiap anak mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan gratis hingga berumur 14 tahun dan selanjutnya menjadi subyek pembatasan dari kapasitas ekonomi dan pembangunan dari negara bagian”
- Uni Krishnan, J.P. dan Ors. Vs. State of Andhara Pradesh and Ors. -
A. Perkembangan Pendidikan di India
India telah menjadi pijakan utama dalam nilai-nilai pembelajaran dari masa ke masa. Namun demikian, ketika negara India memiliki beberapa universitas terbaik di dunia, seperti BITS, ISB, IITs, NITs, IISc, IIMs, AIIMS, mereka masih harus mengatasi tantangan dalam pemenuhan pendidikan dasar guna mencapai angka 100% melek huruf. Pendidikan dasar dan wajib yang bersifat universal, disertai dengan tantangan untuk menjaga anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah, serta menjaga kualitas pendidikan di daerah pedalaman, menjadi kendala terberat untuk menuntaskan target tersebut.
Hingga kini hanya negara bagian Kerala yang telah melakukan pencapaian target tersebut. Seluruh tingkat pendidikan, mulai dari tingkatan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, menjadi perhatian khusus dari Department of Higher Education dan Departement of School Education and Literacy. Pada tingkatan tersebut diberikan subsidi sangat besar oleh Pemerintah India, meskipun terdapat wacana menjadikan pendidikan tinggi untuk mencari pembiayaan sendiri secara terpisah.
Menurut catatan pemerintah Inggris, pendidikan adat yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat India telah hilang pada abad ke-18 dengan suatu pola di mana terdapat satu sekolah untuk setiap kuil, masjid atau desa yang berada hampir di seluruh wilayah negara India. Bidang pendidikan yang diajarkan pada saat itu meliputi teknik membaca, menulis, aritmatika, teologi, hukum, astronomi, metafisika, etika, ilmu kedokteran, dan agama. Sekolah-sekolah tersebut umunya diikuti oleh perwakilan pelajar dari seluruh lapisan masyarakat.
Sistem pendidikan India saat ini menggunakan pola dan substansi yang diadopsi dari negara barat, di mana pertama kali diperkenalkan oleh negara Inggris pada abad ke-19 yang merupakan rekomendasi dari Macaulay. Struktur tradisional tidaklah dikenal oleh pemerintahan Inggris dan struktur demikian telah dihapuskan pada saat itu juga. Mahatma Gandhi menjelaskan bahwa sistem pendidikan tradisional merupakan suatu pohon ilmu yang sangat indah, namun telah dihancurkan selama berkuasanya Inggris di negara tersebut. Sejarah mencatat bahwa universitas kedokteran pertama di negara bagian Kerala dimulai di Calicut pada tahun 1942-1943 pada masa perang dunia kedua. Dikarenakan kurangnya dokter untuk dapat diabdikan pada tugas militer, Pemerintah Inggris memutuskan untuk membuka cabang Universitas Kedokteran Madras di Malabar yang kemudian berada di bawah Kepresidenan Madras. Setelah berakhirnya perang, universitas kedokteran di Calicut ditutup dan para pelajar tersebut melanjutkan studinya di Universitas Kedokteran Madras.
Dalam kurun waktu 1979-80, Pemerintah India melalui Departemen Pendidikan meluncurkan suatu program bernama Non-Formal Education (NFE) untuk anak-anak berumur kelompok 6 hingga 14 tahun yang tidak dapat bergabung dalam sekolah reguler. Anak-anak ini termasuk mereka yang putus sekolah, anak yang sedang bekerja, anak-anak dari area yang tidak terdapat akses untuk sekolah, dan sebagainya. Fokus utama dari pola ini ditujukan untuk sepuluh negara bagian yang memilik pendidikan terbelakang.. Selanjutnya, program ini diteruskan untuk daerah pedalaman termasuk daerah perbukitan, pedesaan, dan gurun di negara-negara bagian lainnya. Hingga kini program tersebut masih berlangsung di 25 negara bagian. 100% perbantuan diberikan kepada organisasi sosial secara sukarela untuk menjalankan pusat NFE tersebut.
B. Konstitusi India
“Hak untuk memperoleh pendidikan meliputi pendidikan dasar maupun menengah.”
- State of Maharastra Vs. Sant Dhayaneswar Shiksha (2006) 9 SCC 1 -
Menurut Mahkamah Agung India, hak untuk memperoleh pendidikan mengalir dari Pasal 21 Konstitusi India yang memuat tentang perlindungan untuk hidup dan kebebasan pribadi. Isi dan parameternya harus dideterminasikan dan tidak terlepas dari Pasal 41 yang menjamin hak untuk bekerja, bersekolah, dan pertolongan umum di berbagai kondisi. Pada Pasal 45 juga ditegaskan pendidikan gratis dan wajib untuk setiap anak hingga umur 14 tahun. Pengadilan Tinggi telah menyatakan bahwa Pasal-Pasal dari Konstitusi India tersebut dapat dilaksanakan oleh Negara Bagian baik melalui pendirian lembaga pendidikan, mendanai, memperkenalkan dan/atau mencarikan afiliasi untuk menyediakan lembaga pendidikan lainnya.
Perkara Uni Krishnan dan Perkara Mohini Jain merupakan dua perkara yang seringkali menjadi rujukan dalam hal ini. Perkara Uni Krishanan berbeda dengan Perkara Mohoni Jain, di mana dalam perkara tersebut hak untuk memperoleh pendidikan merupakan subyek yang dibatasi oleh kapasitas ekonomi dan pembangunan negara bagian. Setelah bertahun-tahun diputusnya perkara penting ini, situasi menjadi tidak sederhana untuk dipecahkan. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan UU Amandemen Konstitusi (amandemen ke-68) pada tahun 2002 dengan menambahkan Pasal 21A. Pasal tersebut secara lengkap dapat dibaca sebagai berikut, “The State shall provide free and compulsory education to all children of the age of 6 to 14 years in such manner as the state mau, by law, determine”.
Ketentuan atas hak untuk memperoleh pendidikan menjadi terkedala untuk mememuhi ekspektasi semula ketika realitas di lapangan menunjukkan hal lain, khususnya realita terhadap masalah kemiskinan. Situasi di India dan seluruh perekonomiannya yang masih dan sedang berkembang yaitu memerangi kemiskinan, di mana terus menjadi akar sejarah perkembangan India. Kemiskinan melahirkan kemiskinan. Mata rantai dari kemiskinan meniadakan ratusan ribu anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Progres suatu negara bergantung juga pada pembangunan dari populasinya. Pendidikan merupakan senjata utama untuk mencapai hal yang sama. Bagamanapun juga, penyebaran buta huruf di India akan terus berlanjut jika pemerintah tidak mengalirkan dana yang cukup untuk menjalankan lembaga-lembaga pendidikan miliknya. Setelah lima dekade dari kemerdekaannya, lebih dari 50% dari anak-anak mengalami putus sekolah. Jenis kelamin menjadi salah satu dari pembedaan yang signifikan dari buta huruf, di mana terkarakteristik oleh nilai dan sistem patriarki yang sangat kuat. Tingkat melek huruf mendekati angka 64% untuk laki-laki dan 39% untuk perempuan. Pendidikan adalah suatu nilai dari masyarakat yang berbudaya dan rendahanya mutu pendidikan menjadi salah satu alasan utama dari kejahatan yang sulit untuk ditoleransi.
Oleh karenanya, analisa terhadap Konstitusi India menguatkan adanya eksistensi pasal-pasal mengenai pemberian hak kepada setiap individu untuk mendidik dirinya sendiri. Pasal 45 menggambarkan ketentuan atas pendidikan gratis dan wajib bagi anak-anak. Negara harus berupaya keras untuk menyediakan, pendidikan gratis dan wajib untuk anak-anak hingga mereka berumur 14 tahun dalam jangka waktu sepuluh tahun dari permulaan Konstitusi tersebut. Konsistensi terhadap posisi pasal tersebut lebih menekankan kewajiban Negara daripada daripada orang tua. Undang-undang Wajib Pendidikan yang telah disahkan di 14 Negara Bagian dan 4 Wilayah Kesatuan menyisahkan persoalan impelemtasi akibat tekanan sosial-ekonomi yang menyebabkan anak-anak jauh dari sekolah.
C. Kebijakan Pendidikan India
Kebijakan Nasional Pendidikan 1986 merupakan satu dari beberapa langkah maju yang dilakukan melalui penyediaan pendidikan dasar dan rekomendasi atas pendidikan gratis dan wajib dalam rangka pemenuhan kualitas bagi seluruh anak hingga berumur 14 tahun sebelum abad ke-21. Tujuan dari universalisasi pendidikan dasar bersumber pada tiga aspek: Petama, akses dan pendaftaran secara universal; Kedua, daya ingat yang universal dari anak hingga umur empat belas tahun; dan Ketiga, membawa peningkatan substansial kualitas pendidikan yang memungkinkan seluruh anak untuk mencapai tingkatan yang esensial dalam belajar. Kebijakan pemerintah yaitu untuk memotivasi anak agar menghadiri kelas secara reguler dan untuk meningkatkan fasilitas dalam sistem persekolahan, menyediakan pelatihan untuk guru, dan meningkatkan kemahiran belajar dari anak; serta melaksankan pendidikan wajib dengan langkah-langkah yang mempunyai sanksi.
Upaya lainnya terhadap pemenuhan pendidikan gratis yaitu melalui Pemerintah Negara Bagian, yang telah secara aktif menghapuskan biaya sekolah pada Sekolah Negeri hingga sekolah dasar tingkat atas. Usaha-usaha juga telah dilaksanakan oleh badan-badan lokal dan institusi donor swasta untuk menjadikan pendidikan benar-benar gratis dalam segala hal.
Dalam perkara Coomon cause v. Union of India (Perkara No. 697 Tahun 1993), Pemohon menuntut kepada Pengadilan untuk meminta Pemerintah menyediakan segala fasilitas demi pencapaian target universal, pendidikan gratis dan wajib untuk anak hingga berumur empat belas tahun, paling lambat di akhir tahun 1999. Setelah mendengarkan keterangan para pihak, Hakim yang bersangkutan menolak untuk mengabulkan permohonan Pemohon dan menyarakan kepadanya untuk menarik kembali permohonan tersebut.
Peluang untuk mengesahkan suatu undang-undang mengenai pendidikan gratis dan wajib serta implikasi dalam penerapannya telah dibahas dan menjadi diskursus yang sangat menarik selama sekian tahun. Setelah dilakukan analisa mendalam oleh berbagai ahli, wajib pendidikan dasar juga disadari akan membawa dampak positif terhadap penghapusan buruh anak.
Perkembangan setiap negara maju, dan kini diikuti oleh negara berkembang, mereka telah mendeklarasikan bahwa seluruh anak yang berumur enam hingga duabelas atau empatbelas tahun harus mengenyam pendidikan sekolah dasar. Terlepas dari seberapa besar kebutuhannya, tidak ada satu orang tua pun yang diizinkan untuk memutus pendidikan anak dari sekolah. Bahkan, sekolah yang dihadirinya akan dipantau oleh badan otoritas lokal dan pemerintahnya akan diwajibkan untuk menyediakan sekolah dasar dalam jarak yang wajar untuk seluruh anak dalam usia sekolah. Oleh karenanya, undang-undang yang dibuat memuat kewajiban secara spesifik bagi anak, orang tua, badan-badan lokal, dan pemerintah. Pegawai lokal, para pengajar, dewan pengurus sekolah dapat mengunjungi rumah orang tua sang murid yang telah memindahkan anaknya dari sekolah guna memberitahukan bahwa menghadiri kelas adalah wajib. Dalam waktu beberapa tahun implementasi norma tersebut telah menyadarkan seluruh negeri India bahwa seluruh anak harus datang ke sekolah. Suatu norma seperti ini dapat lebih dilaksanakan oleh berbagai tekanan masyarakat dibandingkan tekanan oleh badan yang berwenang. Salah satu pandangan yang menguatkan ketentuan tersebut bahwa kebijakan ini merupakan ekspresi dari “political will” dan hal tersebut mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat internasional bahwa India sangat serius dalam menghapuskan buruh anak.
Terdapat juga satu pemikiran lain yang meyakini bahwa ketentuan hukum dengan menyediakan pendidikan wajib mungkin bukan suatu solusi yang efektif untuk situasi dan keadaan di negara India. Pengalaman dari negara Afrika menunjukan bahwa legislasi seperti wajib sekolah seharusnya tidak diperkenalkan, hal mana terdapat tempat-tempat di mana anak ingin terdaftar di dalamnya tetapi mereka tidak dapat diterima karena minimnya infrastruktur dan ketersediaan ruangan. Negara-negara bagian di India yang hampir mendekati target universalisasi pendidikan dasar seperti di Kerala dan Tamil Nadu, legislasi akan dapat membantu mereka yang keluar dari sekolah. Pemikiran seperti ini memberikan argumen bahwa sangatlah penting untuk tidak hanya meningkatkan anggaran umum pada dunia pendidikan tetapi juga memperkenalkan cara-cara untuk mengurangi pembiayaan sekolah. Walaupun hal tersebut merupakan solusi yang parsial, menurut mereka, hal itu lebih penting untuk kepentingan orang tua yang mungkin merasakan bahwa kesempatan dan biaya sekolah masihlah sangat tinggi. Hal ini secara esensial dapat dilihat sebagai permasalahan sikap, yaitu sikap dari orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka, sikap negara terhadap buruh anak dan terhadap peningkatan kualitas sistem pendidikan. Suatu legislasi tidak dapat dengan sendirinya ditegakkan.Langkah-langkah kuat dalam hal penegakkan juga harus didirikan.
D. Kritik terhadap Sistem Pendidikan India
Pendidikan modern di India seringkali dikritisi karena mendasarkan pada sistem penghafalan. Penekanan ditujukan pada lulusnya nilai ujian dengan persentase yang tinggi. Beberapa institusi memberikan pentingnya pengembangan kepribadian dan kreativitas di antara pelajar. Akhir-akhir ini, pemerintah terbebani dengan menaiknya tingkat bunuh diri dari pelajar dikarenakan kegagalan dan rendahnya nilai, khususnya pada kota-kota besar di India, walaupun kasus seperti ini sangat jarang.
Banyak pihak yang juga mengkritisi terhadap kebijakan reservasi berdasarkan kasta, bahasa, dan agama dalam sistem pendidikan India. Pada kenyataannya hanya sedikit kasta rendah yang memperoleh manfaat dari reservasi tersebut dan juga terjadinya pemalsuan surat keterangan kasta dalam jumlah yang cukup banyak. Lembaga pendidikan juga memberikan kesempatan kepada kaum minoritas (selain Hindu) atau minoritas status bahasa. Lembaga seperti ini, 50% dari kursinya disediakan untuk pelajar dari agama tertentu atau mereka yang mempunyai bahasa ibu tertentu. Misalnya, banyak universitas dijalankan oleh Jesuist dan Salesian memiliki 50% kursi yang disedikan untuk agama Katholik.
Dalam hal bahasa, suatu lembaga dapat membuat ketentuan bagi para pengguna bahasa minoritas hanya pada negara bagian di mana bahasa tersebut bukanlah bahasa resmi. Contohnya, universitas teknik dapat menentukan sendiri sebagai lembaga bahasa minoritas (Hindi) pada negara bagian Maharashtra, di mana bahasa remsinya adalah Marathi, tetapi tidak bisa diterapkan di negara bagian Madhya Pradesh or Uttar Pradesh yang juga menggunakan bahasa resminya Hindi. Reservasi seperti ini di satu sisi memang menguntungkan kaum minoritas, tetapi di sisi lain dapat menjadi penyebab keretakan di antara banyak komunitas. Begitu banyak pelajar dengan nilai rendah diterima masuk, sedangkan mereka yang memiliki nilai baik terkadang tidak dapat diterima. Kritik dilayangkan bahwa reservasi seperti ini sangat mungkin menciptakan kerenggangan di tengah-tengah masyarakat. Korupsi yang menjamur di India juga menjadi wacana penting dalam sistem pendidikan India.
Pendidikan adalah fondasi dasar bagi setiap perbuatan ekonomi dan fondasi ini perlu dilindungi dari perbuatan korupsi dan diskriminasi berbasis elemen-elemen dalam masyarakat. Jika hal ini tidak segera diselesaikan, berbagai sistem pada pemerintahan akan melemah. Oleh karenanya Komisi Hukum India merekomendasikan agar kompleksitasnya sistem pendidikan di India untuk segera diperbaiki, jika tidak sistem peradilan di India pun bisa jadi membuat interpretasi keputusan yang beragam atas sistem yang telah ada.
Sekilas tentang University of Delhi dan Jamia Millia Islamia
B. Sitem Pendidikan di Pakistan
Permulaan Masuknya Islam
Negara Pakistan muncul pada peta dunia 14 Agustus 1947. Pakistan didirikan pada saat puncak perlawanan Kaum Muslim di kawasan Asia Selatan yang berusaha memisahkan diri dari negerinya dan dikeluarkan ketika Mohammad bin Qasim pada tahun 711 AD, sebagai tindakan balas dendam terhadap bajak laut yang menyerang, diambil sebagai tempat perlindungan Kerajaan Raja Dahir.
Datangnya Islam memperkuat sejarah kepribadian didaerah ini, baik didaerah yang sekarang dikenal sebagai Pakistan maupun daerah diluar perbatasannya. Batu-batu tua yang antik peninggalan jaman dulu ditemukan di Lembah Soan suatu daerah dekat Rawalpindi, berumur sekitar 500.000 tahun. Tidak ada kerangka manusia ditemukan didaerah ini, hanya batu-batu kasar perkakas yang ditemukan dari dataran Soan.
Mengangkat hikayat/cerita dari aktifitas kerja keras manusia dan pekerja pada periode antar-glacial. Batu-batu tua sebagai perlengkapan/peralatan pria ini merupakan suatu alat homogen untuk membenarkan kelompok mereka kedalam sebuah bentuk kebudayaan yang disebut Budaya Soan. Kira-kira 3000 sebelum masehi, ditengah lembah keanginan dan kaki bukit Balochistan, dalam komunitas desa kecil dibangun dan dimulai mengambil langkah pertama yang ragu-ragu untuk menuju peradaban.
Disini, kita menemukan kelanjutan cerita dari kegiatan manusia yang masih menggunakan batu-batu. Pada jaman pra-sejarah, kaum pria mendirikan suatu penyelesaian bagi mereka, kedua golongan dari mereka yaitu kaum pekerja dan petani, di lembah atau dataran pinggiran dengan hidup beternak dan menanam gandum ataupun hasil panen lainnya. Budaya Red dan Buffer dengan hati-hati menggali gundukan prasejarah dari daerah ini dan mengklasifikasi isi kandungan mereka, lapisan demi lapisan, dikelompokkan dalam dua kategori yaitu Kebudayaan Red Ware and Kebudayaan Buff Ware(karya).
Suatu bentuk kebudayaan yang popular, dikenal sebagai Budaya Zhob di bagian utara Balochistan, yang kemudian meliputi Quetta, Amri Nal dan Budaya Kulli dari Sindh dan Balochistan selatan. Desa Amri Nal atau kota yang memiliki tembok batu dan dinding benteng yang berpondasi batu, sebagai pertahanan dan rumah mereka.
BAB I
PENDAHULUAN
Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Dengan pendidikan, kita mengharapkan melalui pendidikan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyarakat. Oleh karena itu kurikulum yang berisi pada tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.
Setiap berubahnya zaman, kurikulum harus berubah sesuai perubahan yang berlaku pada tatanan nilai kehidupan yang pada setiap zaman tersebut.
Perubahan kurikulum tidaklah dapat dirumuskan secara cepat dan tepat, namun memerlukan waktu yang terus berubah dalam penyempurnaan kurikulum tersebut, yanag mana komponen- komponen dari kurikulum tersebut berubah dengan suatu upaya yang disengaja. Oleh karena itu, perubahan kurkulum dapat berupa perubahan sebahagian dan berupa perubahan total.
Dikatakan perubahan sebahagian, karena adanya perubahan salah satu komponen kurikulum dengan komponen kurikulum sebelumnya. Mislanya perubahan tujuan yang tidak sesuai dengan tuntutan perkembanagan ilmu, masyarakat ataupun zaman.
Faktor penyebab terjadinya perubahan kurikulum pada setiap zaman adalah karena adanya perluasan dan pemerataan kesempatan belajar kemudian peningkatan mutu pendidikan yang sesuai dengan zaman, relevansi pendidikan serta efektifitas dari efisiensi pendidikan sendiri. Dengan faktor- faktor inilah maka, pemakalah akan membahas mengenai tingkatan dalam pengembangan kurikulum dari tahun 1968, 1975, 1984, KBK Sampai Dengan KTSP pada saat sekarang ini, yang mana nantinya dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh kita dalam setiap pengembangan kurikulum yang lebih baik dari sebelumnya. Amin.
BAB II
PEMBAHASAN
TINGKATAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DARI 1968, 1975, 1984, KBK SAMPAI DENGAN KTSP
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, dan 2004, serta yang terbaru adalah kurikulum 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan Iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.
Salah satu konsep yang terpenting untuk maju adalah melakukan perubahan- perubahan. Tentu yang kita harapakan adalah perubahan untuk lebih maju yang mana telah belajar dari kesalahan- kesalahan terdahulu dan sebuah perubahan harus juga disertai dengan konsekuensi- konsekuensi yang harus benar- benar dipertimbangkan agar tumbuh kebijaksanaan yang lebih bijaksana.
Berikut ini merupakan tingkatan dalam pengembangan kurikulum di neagara Indonesia.
A. Kurun Waktu 1945 sampai 1968
Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah dalam bahasa Belanda leer plan artinya rencana pelajaran. lebih populer ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional.
Sedangkan asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Kurikulum yang berjalan saat itu dikenal dengan sebutan Rencana Pelajaran 1947, yang baru dilaksanakan pada tahun 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok, yakni:
1. Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya,
2. Dan garis-garis besar pengajaran.
Orientasi Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pada pendidikan pikiran. Yang diutamakan adalah: pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.
Rencana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut rencana pelajaran terurai 1952. "Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran," (Djauzak Ahmad, Dirpendas periode1991-1995). Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Panca wardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.
B. Kurun waktu tahun 1968 sampai tahun 1999
a. Kurikulum 1968
Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis, mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Dengan suatu pertimbangan untuk tujuan pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi 9 pokok.
Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. "Hanya memuat mata pelajaran pokok saja," . Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.
b. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efektif dan efisien. Menurut Drs Mudjito, Ak.Msi (Direktur Pemb. TK dan SD Depdiknas). yang melatar belakangi lahirnya kurikulum ini adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu," Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), yang dikenal dengan istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci menjadi : tujuan instruksional umum (TIU), tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.
Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru dibuat sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.
Prinsip- prinsip yang melandasi kurikulum 1975/ 1976 didasarkan atas prinsip- prinsip yaitu :
- Perinsip berorientasi pada tujuan
Kurikulum 1975 berorientasi pada tujuannya yakni mengingat sangat pentingnya fungsi dan peranan sekolah dalam pembinaan para siswa dan mengingat terbatasnya waktu belajar di sekolah.
- Perinsip relevansi
Suatu sistem pendidikan hanya akan bermakna apabila kurikulum yang dipergunakan relevan dengan kebutuhan dan tuntutan lapangan kerja.
- Prinsip efisiensi dan efektifitas
Kurikulum 1975/ 1976 menekankan kepada efisensi dan efektifitas penggunaan dana, daya dan waktu.
- Prinsip fleksibilitas
Pelaksanaan suatu program hendaknya didasarkan dengan mempertimbangkan faktor- faktor ekosistem dan kemampuan penyediaan fasilitas yang menunjang terlaksananya program.
- Prinsip berkesinambungan/ kontinuitas
sesuai dengan tujuan institusional, siap mempersiapkan para siswa untuk berkembang menjadi warga masyarkat, tetapi juga dipersiapkan untuk mampu melanjutkan kesetiap jenjang pendidikan.
- Prinsip pendidikan seumur hidup
Dalam GBHN telah dirumuskan bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup. Pendidikan para siswa tidak cukup hanya di sekolah saja, sekalipun kesempatan belajar yang luas dan penting, melainkan harus dilanjutkan kemasyarakat.
c. Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum 1975 yang disempurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).
Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Conny R. Semiawan, Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas periode 1980-1986.
CBSA merupakan sustu proses belajar mengajar yang aktif dan dinamis. Dipandang dari segi peserta didik, maka CBSA adalah proses kegiatan yang dilakukan dalam rangka belajar. Jika dipandang dari sudut guru sebagai fasilitator, maka CBSA merupakan suatu strategi belajar yang direncanakan sedemikian rupa, sehingga proses belajar mengajar yang dilaksanakan menuntut aktifitas dari peserta didik yang dilakukannya secara aktif. Dengan demikian maka proses belajar mengajar dimana peserta didik terlibat secara intelektual- emosional dapat direncanakan guru dalam suatu sistem instruksional yang ekeftif dan efisien, sebagai tujuan pengajaran dapat dicapai lebih baik.
Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah yang diujicobakan, mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Sayangnya, banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA, yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana-sini ada tempelan gambar yang menyolok, guru tak lagi mengajar model berceramah.Penolakan CBSA akhirnya banyak bermunculan.
Adapun beberapa kelemahan dari CBSA menurut Oemar Hamalik, yakitu :
1. Tidak menjamin dalam melaksanakan keputusan. Kendatipun telah mencapai persetujuan atau kensekuensi, namun keputusan- keputusan itu belum tentu dapat dilaksanakan.
2. Diskusi tidak dapat diramalkan. Pada mulanya diskusi diorganisasikan secara baik, tetapi selanjutnya mungkin saja mengarah ketujuan lain, sehingg terjadi free for yall.
3. Memasyarakatkan agar semua memiliki keterampilan berdiskusi yang diperlukan untuk berpartisipasi secara aktif.
4. Membentuk pengaturan fisik (seperti kursi dan meja) dan jadwal kegiatan secara luas.
5. Dapat didominasi oleh seorang atau sejumlah siswa sehingga sehingga dia menolak pendapat peserta lain.
6. Jadi, kelemahan dari CBSA yakni siswa yang pandai akan bertambah pandai sedangkan yang bodoh akan ketinggalan.
Selain itu kelebihan dari CBSA yaitu :
1. Prakarsa siswa dapat lebih dalam kegiatan belajar yang ditunjukkan melalui kebenaran memberikan pendapat.
2. Keterlibatan siswa di dalam kegiatan- kegiatan belajar yang telah berlangsung yang ditunjukkan dengan peningkatan diri kepada tugas kegiatan.
3. Peranan guru yang lebih banyak sebagai fasilitator merupakan sisi lain dari pada kadar, sehingga prakarsa serta tanggung jawab siswa atau mahasiswa dalam kegiatan belajar sangat kurang.
4. Belajar dari pengalaman langsung.
5. Kualitas interaksi antara siswa, baik intelektual maupun sosial.
d. Kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999
Kurikulum 1994 merupakan hasil upaya untuk memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 19975 dan 1984. Sayang, perpaduan antara tujuan dan proses belum berhasil. Sehingga banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal. Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasa daerah kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesak agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. Akhirnya, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat. Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi.
Kurikulum pendidikan agama tahun 1994 juga lebih menekankan materi pokok dan lebih bersifat memaksakan target bahan ajar sehingga tingkat kemampuan peserta didik terabaikan. Hal ini kurang sesuai dengan prinsip pendidikan yang menekankan penegembangan pesrta didik lewat fenomena bakat, minat serta dukungan sumber daya lingkungan.
C. Kurun Waktu 1999 Sampai Sekarang
a. Kurikulum 2004 (KBK)
Sebagai pengganti kurikulum 1994 adalah kurikulum 2004, yang disebut dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu: pemilihan kompetensi yang sesuai; spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi dan pengembangan pembelajaran.
KBK dapat diarikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas- tugas dengan standart performance tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.
KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai sikap dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran dan keberhasilan agar penuh tanggung jawab.
KBK memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
- Kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
- Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Struktur kompetensi dasar KBK ini dirinci dalam komponen aspek, kelas dan semester. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran, disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut.
- Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level. Perumusan hasil belajar adalah untuk menjawab pertanyaan, “Apa yang harus siswa ketahui dan mampu lakukan sebagai hasil belajar mereka pada level ini?”. Hasil belajar mencerminkan keluasan, kedalaman, dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator. Perumusan indikator adalah untuk menjawab pertanyaan, “Bagaimana kita mengetahui bahwa siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan?”.
KBK juga mengharapkan guru yang berkualitas dan profesional untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Meskipun demikian, konsep ini tentu tidak saja dapat digunakan sebagai resep untuk memecahkan semua masalah pendidikan, namun dapat memberi sumbangan yang cukup signifikan terhadap perbaikan pendidikan.
Depdiknas (2002) mengemukakan bahwa kurikulum berbasis kompetensi memilki karakteristik sebagai berikut :
1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa, baik secara individual maupun klasikal.
2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagamaan.
3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalan upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus menagandung tiga unsur pokok, yakni :
1. Pemilihan kompetensi yang sesuai.
2. Spesifikasi indikator- indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi.
3. Pengembangan pembelajaran.
b. Kurikulum Tingkatan Satuan Pendidikan (KTSP)
kurikulum tingkatan satuan pendidikan (KTSP) merupakan pengembangan yang sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah, daerah, karakteristik sekolah atau sekolah maupun sosisal budaya masyarakat setempat dan karakteristik peserta didik.
Tujuan KTSP
Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah :
- Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, pengelolaan dan meberdayakan sumber daya yang tersedia.
- Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
- Meningkatkan kompetensi yang sehat satuan pendidikan, tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.
Adapun karkateristik dan implementasi KTSP adalah :
- KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan.
- Karakteristik KTSP bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar profesionalisme tenaga kependidikan serta sistem penilaian.
Berdasarkan dari uraian diatas, dapat dikemukakan beberapa karakteristik sebagai berikut :
- Pemberian otonomi yang luas kepada sekolah sebagai satuan pendidikan.
- Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tertinggi.
- Kepemimpinan yang demokratis dan profesional.
- Dan tim- kerja yang kompak dan transparan.
Pada kurikulum 2006, pemerintah pusat mentepkan standar kompetensi dan komptensi dasar, yang mana sekolah, dalam hal ini guru, dituntut untuk mampu mengembangkan dalam bentuk silabus dan penilainnya sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. Hasil pengembangan dari semua mata pelajaran dihimpun menjadi sebuah perangkat yang dinamakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penyusunan KTSP menjadi tanggung jawab sekolah di bawah binaan dan pemantauan Dinas Pendidikan Daerah dan wilayah setempat.
Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa dan olahraga, agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Releavansi pendidikan dimasksudkan untuk menghasilakn kelulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang berbasis potensi sumber daya alam indonesia. Peningkatan efisensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerpan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.
Implementasi undang- undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dijabarkan kedalam sejumlah peraturan, antara lain peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional. Peraturan pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakannya delapan standar nasional pendidikan, yakni : 1. standar isi, 2. standar proses, 3. standar kompetensi lulusan, 4. standar pendidik dan tenaga kependidikan, 5. standar sarana prasarana, 6. standar pengelolaan, 7. standar pembiayaan, 8. dan standar penilaian pendidikan.
Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, maka dengan terbitnya peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005, pemerintah telah mengiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yakni kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan disetiap satuan pendidikan.
Secara substansional, pemberlakuan atau penamaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) lebih kepada pengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP Nomor 19/ 2005. Akan tetapi esensi isi dan arah pengembangan pemebelajran tetap masih bercirikan tercapainya paket- paket kompetensi ( dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject materi), yaitu :
- Menekankan pada keterampilan kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
- Berorientasi pada hasil belajar (learning autcomes) dan keberagamaan.
- Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
- Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber lainnya yang memenuhi unsur edikatif.
- Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
Terdapat perbedaan mendasar dibandngkan dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) sebelumnya (versi 2002 dan 2004), bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar kalender pendidikan, hingga pada pengembangan silabsunya.
BAB III
KESIMPULAN
Setiap berubahnya zaman, kurikulum harus berubah sesuai perubahan yang berlaku pada tatanan nilai kehidupan yang pada setiap zaman tersebut. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan Iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.
Faktor penyebab terjadinya perubahan kurikulum pada setiap zaman adalah karena adanya perluasan dan pemerataan kesempatan belajar kemudian peningkatan mutu pendidikan yang sesuai dengan zaman, relevansi pendidikan serta efektifitas dari efisiensi pendidikan sendiri.
Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968 (leer plan artinya rencana pelajaran) dan 1975, 1984 (Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL)., 1994, dan 2004 (KBK), serta yang terbaru adalah kurikulum 2006 (KTSP) pada saat sekarang ini.
Pengembangan Program Pendidikan Luar Sekolah
Pendahuluan
Pendidikan luar sekolah yang dicanangkan pemerintah sebagai subsistem dari pendidikan nasional, hingga saat ini diperlakukan tak lebih sebagai ‘anak tiri’ yang kurang diperhatikan. Selain itu, program pendidikan luar sekolah memang belum bisa dilaksanakan secara optimal. Padahal melihat tujuan pokok dari pendidikan luar sekolah sebetulnya mampu memberikan pelayanan khusus bagi masyarakat berdasarkan kebutuhannya, juga berperan dalam mendukung dan melengkapi pendidikan sekolah.
Namun rupanya karena hanya dianggap sebagai ‘pelengkap’, perhatian pemerintah pun tidak sepenuhnya tercurah terhadap program yang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak pernah sekolah, penyandang buta aksara, putus sekolah dalam dan antar jenjang, pendidikan usia produktif yang sudah tidak sekolah dan tidak bekerja, penduduk yang tergolong miskin serta warga masyarakat lainnya yang ingin belajar ketrampilan untuk meningkatkan taraf hidupnya ini.
Data dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), angka buta aksara usia produktif 10-44 tahun masih 18% dari total jumlah penduduk Indonesia. Siswa SD yang mampu meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya hanya 11,6 %, ini artinya 88,4% lainnya membutuhkan ketrampilan untuk bekal hidupnya. Sensus nasional tahun 2002 mencatat angka pencari kerja meningkat menjadi 3,9 juta orang setiap tahunnya.
Besarnya angka putus sekolah dan masih tingginya masyarakat yang belum terlayani pendidikan formal merupakan alasan mendasar bagi pemerintah untuk mengupayakan Pendidikan luar sekolah (PLS).
PLS mempunyai tujuan melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin, membina warga belajar agar memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, mencari nafkah ataupun melanjutkan jenjang pendidikan. Dan terakhir, memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan formal.
Ciri pendidikan luar sekolah adalah (1) luwes dalam hal kurikulum, tempat belajar, peserta didik dan usia. (2) Proses belajar terjadi di lingkungan masyarakat, baik dalam keluarga, kelompok belajar, kursus ataupun satuan pendidikan luar sekolah yang sejenis. (3) Tidak harus berjenjang dan berkesinambungan.
Program Pendidikan Luar Sekolah sudah mengentaskan buta aksara yang menjangkau 25.850 orang, pendidikan dasar melalui Paket A setara SD dan Paket B setara SLTP 246.495 orang, kelompok belajar usaha 42.445 orang, penyediaan beasiswa magang/ kursus 26.581 orang dan Pengembangan Anak Dini Usia (PADU) di 12 Kabupaten/ Kota. Selain itu digunakan pula untuk Bantuan Pengelolaan bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui kegiatan pelatihan untuk 1.293 orang.
Meskipun begitu jumlah ini baru menjangkau sebagian kecil dari warga masyarakat yang tidak tertampung pada pendidikan formal. Fasli Djalal menyebutkan sedikitnya ada lima masalah yang membuat program PLS ini belum bisa maksimal dijalankan.
Pertama, PLS belum mendapat pemahaman dan perhatian yang proporsional dari pemerintah maupun masyarakat dalam sistem pembangunan nasional, baik yang berkenaan dengan peraturan perundangan maupun dukungan anggaran, sehingga pemerataan pelayanan pendidikan bagi masyarakat di berbagai lapisan belum bisa dilakukan secara optimal.
Kedua, masih terbatasnya jumlah dan mutu tenaga profesional pada institusi PLS di tingkat pusat dan daerah dalam mengelola, mengembangkan dan melembagakan PLS. Ketiga, masih terbatasnya sarana dan prasarana PLS baik yang menunjuang penyelenggaraan maupun proses pembelajaran PLS dalam rangka memperluas kesempatan, peningkatan mutu dan relevansi hasil program PLS dengan kebutuhan pembangunan.
Keempat, terselenggaranya kegiatan PLS di lapangan tergantung pada tenaga sukarela yang tidak ada kaitan struktural dengan pemerintah sehingga tidak ada jaminan kesinambungan pelaksanaan program PLS. Kelima, partisipasi masyarakat dalam memprakarsai penyelenggaraan dan pelembagaan PLS masih relatif sangat rendah.
Dari evaluasi pelaksanaan program PLS tahun 2001, Fasli mengungkapkan, belum semua anak usia dini, anak usia wajib belajar tidak sekolah, penduduk buta huruf, penduduk usia produktif tidak sekolah dan tidak bekerja dapat terlayani melalui program ini.
Selain itu, belum semua program pembelajaran tersusun standar kompetensinya sehingga sulit untuk mengukur kualitas penyelenggaraan dan hasil keluarnya. Dari sisi manajemen, akurasi data untuk bahan evaluasi dan perencanaan atau program PLS sendiri masih lemah. Evaluasi kekurang berhasilan penyelenggarakan luar sekolah itu masih ditambah dengan situasi nasional dan internasional yang tidak kondusif, berimplikasi pada pelaksanaan program pertukaran pemuda antarnegara.
Mungkin karena sasaran pendidikan luar sekolah adalah masyarakat yang tidak tertampung di pendidikan formal, membuat masyarakat sendiri memandang pendidikan luar sekolah sama sekali ‘tidak bergengsi’.
Oleh karena itu, dalam makalah kami ini terdapat berbagai macam pengembangan program pendidikan luar sekolah yang mana nantinya program ini akan menjadi pengetahuan khusus untuk kita dalam pengembangan program- program pendidikan luar sekolah serta terwujudnya tujuan pendidikan itu sendiri yang khususnya dilaksankan dalam program pendidikan luar sekolah tersebut.
A. Populasi sasaran Program PLS
Ada beberapa dasar klasifikasi yang dapat dipakai untuk menunjukkan populasi sasaran dari program- program pendidikan luar sekolah. Dasar- dasar klasifikasi yang dimaksud adalah; seperti usia, jenis kelamin, lingkungan tempat tinggal, latar belakang pekerjaan, latar belakang pendidikan, dan latar belakang kelainan sosial.
Berdasarkan usia, populasi pengembanagan program pendidikan luar sekolah bisa dibagi ke dalam tiga kategori besar, yakni; usia anak- anak, usia pemuda/ remaja, dan usia orang dewasa.
Tingkatan usia berkaitan langsung dengan tingkatan perkembangan, baik dalam arti psikologi maupun sosial. Apa yang digemari, diminati dan menjadi kebutuhan dari populasi sasaran bisa jadi berbeda dikarenakan variabel usia perkembangan itu. Majalah Bobo misalnya, meskipun ia sudah dibuat sebaik mungkin, isinya toh lebih mengena dan khusus digemari oleh populasi yang berusia anak- anak saja.
Variabel jenis kelamin sudah jelas hanya terbagi dua yaitu, laki-laki dan perempuan. Sudah jelas ada yang bersifat kodrati dan berupa defenisi- defenisi kebudayaan yang menyebabkan lainnya harapan masyrakat tentang peranan- peranan yang semestinya dimainkan masing-masing. Apa harapan masyarakat terhadap peranan wanita, begitu pula halnya pada laki- laki. Misalnya program PKK, lebih mengena sebagai konsumsi wanita, sedangkan montir lebih cocok menjadi konsumsi kaum pria.
Variabel lingkungan tempat tinggal, bisa dibagi kedalam perkotaan, pinggiran kota, dan pedesaan. Masing- masing lingkunagan tempat tinggal mempunyai tuntutan hidup sendiri- sendiri, dikarenakan berbedanya lingkungan alam dan ciri- ciri perkembangan masyarkatnya. Orientasi pad jasa misalnya, lebih menegena pada konsumsi masyarakat perkotaan. insdustri kerajinan tangan, terasa lebih sesuai bagi masyarakat pinggiran kota. Sedangkan kemampuan pertanian dalam arti luas akan lebih cocok bagi masyarakat pedesaan.
Berdasarkan latar belakang pekerjaan, dibagi atas masyarakat belum pernah bekerja dan masyarakat yang berkecimpung di dunia kerjanya masing- masng berdasarkan latar belakang pendidikan, diklasifikasikan menjadi buta huruf, sudah mampu baca tulis, tetapi tingkat penegetahuannya belum memadai dan penegetahuan relatif yang sudah memadai. Berdasarkan kelainan sosial, warga masyarakat yang normal namun terlantar (yatim, piatu dan gelandangan), masyarakat yang mengalami penyimpangan sosial (penjahat, WTS dan pecandu Narkoba).
B. Langkah- Langkah Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah
Di dalam pengembangan program pendidikan luar sekolah, pada dasarnya mengikuti sejumlah langkah- langkah tertentu. Yang mana langkah- langkah tersebut adalah:
• Penentuan populasi sasaran
• Identifikasi kebutuhan pelajar
• Identifikasi sumber- sumber belajar yang relevan
• Penentuan strategi pelaksanaan pendidikan luar sekolah
1. Penentuan populasi sasaran
Penentuan populasi sasaran merupakan langkah pertama yang perlu secara tegas ditetapkan; penentuan tersebut bisa jadi menggambarkan berbagai variasi misalnya, pedesaan, usia muda, atau terbatas pada kaum wanitanya. Sosial populasi, sasaran tersebut sangat penting ditetapkan secara cermat dan jelas batasannya, perlu dihindari penetapan populasi yang bersifat mengambang. Jelas atau mengambangnya populasi sasaran akan menentukan langkah- langkah berikutnya.
2. Identifikasi kebutuhan pelajar
Setelah langkah pertama, selanjutnya perlu diikuti dengan langkah identifikasi terhadap kebutuhan belajar dari populasi sasaran tadi. Pada langkah ini, memang terutama bergerak pada apa-apa yang relevan dididikkan pada populasi sasaran, baik yang berupa pengetahuan, keterampilan, atau sikap mental. Identifiaksi tersebut tentu saja dapat menggunakan berbagai tekhnik, asalkan tetap pada spesifikasi kebutuhan belajar, baik berdasarkan kebutuhan yang dirasakan maupun kebutuhan-kebutuhan belajar yang riil (objektif).
3. Identifikasi sumber-sumber belajar
Istilah sumber belajar menunjuk pada segala macam sumber, baik manusia maupun non- manusia yang memberi kemungkinan terjadinya kegiatan atau proses belajar dari populasi belajar. Sumber belajar yang berupa manusia misalnya, orang– orang yang terampil dalam masyarakat, orang-orang yang berpengetahuan luas, orang-orang yang berpengalaman atau orang-orang yang diperkirakan bernilai partisipasinya, membina dan mengembangkan populasi sasaran. Sedangkan sumber yang non- manusia misalnya, gedung, peralatan belajar, kelembagaan- kelembagaan fungsional dimasyarakat (sosial, ekonomi, pemerintahan dsb) dan mungkin juga terdapat sumber-sumber lainnya yang bernilai fungsional bagi terwujudnya kegiatan atau proses belajar dari populasi sasaran.
4. Penentuan strategi pelaksanaan kelembagaan
Menenetukan strategi pelaksanaan kelembagaan pada dasarnya bergantung pada hasil penemuan atau identifikasi langkah- langkah yang sebelumnya. Pada langkah keempat ini, dituntut untuk berpikir menyeluruh dan inovatif. Gambarnya harus tergambar dengan jelas, gambaran kekuatan yang dimiliki juga mesti terlukis dengan jelas, atas dasar itu perlu menetapkan” apa yang mau dicapai dan bagaimana caranya?”. Operasionalisasi tujuan perlu dilakukan, jalur- jalur yang akan ditempuh perlu ditegaskaan, bagaimana skuensi pengalaman belajar disepenjang jalur- jalur yang akan ditempuh juga mesti secara tegas teroperasionalkan, bagaimana bermainnya pada jalur- jalur tadi juga sangat penting ditegaskan batasan- batasannya, serta bagaimana memobilisir kekuatan– kekuatan yang dimiliki. Di dalam proses pelaksanaan mendidik populasi sasaran, berfikir model strategi tadi bisa berlaku di dalam pendayagunaan jalur- jalur manapun (pendidikan mulai kursus, pengajian- pengajian kelompok, modul dll). Begitu strategi terterapkan, selanjutnya tinggal pelaksanaan program pendidikan luar sekolah.
C. Jenis dan Sasaran Program PLS
Jenis program pendidikan luar sekolah dan isinya pada dasarnya bergantung pada kebutuhan pendidikan. Hal tersebut mudah dimengerti, sebab kehadiran program pendidikan luar sekolah memang berangkat dan bermuara pada kepentingan populasi sasaran, isi dan tujuannya senantiasa berorientasi pada hal- hal yang dirasakan sebagai kepentingan kehidupan. Bagian pendidikan pendidikan luar sekolah bergantung pada kelasifikasi yang digunakan dalam hal jenis program pendidikan luar sekolah. Dalam hal jenis program pendidikan luar sekolah, disini klasifikasinya didasarkan pada fungsi pendidikannya. Isi pendidikan, juga dibagi berdasarkan penglihatan terhadap fungsinya. Jenis program pendidikan luar sekolah berdasarkan fungsinya, ialah sebagai berikut:
1. Pendididkan Keaksaraan yaitu jenis program yang berhubungan dengan populasi sasaran yang belum dapat membaca dan menulis atau dikenal dengan pemberantasan buta huruf dengan sistem kursus, pengetahuan dasar. Targetnya adalah terbebas dari buta baca, baca tulis, buta nahasa indonesia dan buta pengetahuan umum fungsional bagi kehidupan sehari- hari.
2. Pendidikan Vokasional yaitu jenis program pendidikan yang berhubungan dengan populasi dan sasaran yang mempunyai hambatan dalam pengetahuan dan keterampilannya utnuk kepentingan bekerja atau mencari penghasilan.
3. Pendidikan Kader yaitu jenis program yang berhubungan dan populasi sasaran yang sedang atau bakal memangku jabatan kepemimpinan atau pengelola dari suatu bidang usaha di masyarakat, baik usaha bidang sosial, ekonomi maupun budaya.
4. Pendidikan Umum dan Penyuluhan yaitu jenis program yang berhubungan dengan berbagai variabel populasi sasaran, target pendidikannya terbatas pada pemahaman dan menjadi sadar terhadap sesuatu hal.
5. Pendidikan Penyegaran Jiwa Raga yaitu jenis program pendidikan yang berkaitan dengan pengisian waktu luang, pengembangan minat atau bakat serta hobi.
6. Taman Bacaan Masyarkat yang mana program ini bertujuan memberikan tempat atau wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi membaca dan juga merangsang tumbuhnya minat baca warga masyarakat.
7. Pendidikan Kewanitaan yaitu program yang dikembangkan secara khusus pada wanita usia produktif, yang telah berkeluarga dan yang tergolong miskin.
Isi program pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan peningkatan mutu kehidupan seperti:
1. Pengembangan nilai- nilai etis, religi, estetis, sosial dan budaya
2. Pengembangan wawasan dan tata cara berpikir
3. Peningkatan kesehatan pribadi, keluarga dan lingkungan
4. Peningkatan dan pengembangan pengetahuan dalam arti luas (sosial, ekonomi, politik, ilmu- ilmu kealaman, bahasa, sejarah, dsb).
Kesimpulan
Pengembangan program pendidikan luar sekolah adalah suatu perubahan lebih terhadap sesuatu yang terencana, akan dan sedang terlaksana yang mana berkaitan dengan pendidikan formal. Dan dengan terwujudnya program pendidikan luar sekolah ini, nantinya akan menjadikan PLS salah satu sebagai jalan dalam terwujudnya pendidikan formal itu sendiri dan khususnya tjuan pendidikan sendiri. Sebagaiman tujuan PLS itu sendiri yakni;
a. PLS mempunyai tujuan melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin,
b. Membina warga belajar agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri,mencari nafkah ataupun melanjutkan jenjang pendidikan,
c. Dan terakhir, memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan formal.
Dalam pengembangan PLS sendiri didasarkan pada populasi dan sasaran. Antara lain:
a. Berdasarkan usia
b. Berdasarkan jenis kelamin
c. Berdasarkan jenis kelamin
d. Berdasarkan lingkungan tempat tinggal
e. Berdasarkan latar belakang pekerjaan
f. Berdasarkan latar belakang pendidikan
g. Berdasarkan kelainan sosial
Langkah- langkah pengembangan program PLS sendiri adalah:
a. Penentuan populasi sasaran
b. Identifikasi kebutuhan belajar
c. Identifikasi sumber- sumber belajar
d. Pengetahuan strategi pelaksanaan PLS
Jenis dan isi pengembangan program PLS antara lain:
a. Pendidikan keaksaraan
b. Pendidikan vokasional
c. Pendidikan kader
d. Pendidikan umum dan penyuluhan
e. Pendidikan penyegaraan jiwa raga
f. Taman bacaan masyarakat
g. Pendidikan kewanitaan
DAFTAR PUSTAKA
Faisal Sanapiah, Pendidikan Luar Sekolah, Usaha Nasional, Surabaya, 1981
Sihombing Umberto, Pendidikan Luar Sekolah, Mahkota, jakarta, 1999
http://www.bp3ls.dikmentidkia.go.id/skb- jaksel.php
SH/emmy kuswandari, artikel Pendidikan Luar Sekolah (internet)
Ini adalah pembicaraan saya (UKI OFUNK SEBAGAI NAMA PENA SAYA) dengan seseorang Kristiani (GRACE MARBUN) di dalam wall status Facebook saudara ZAENAL ARIFIN (http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?id=100000048913512&v=wall&story_fbid=102699793112246), yang pada saat itu membahas mengenai serangan israel pada kapal Mavi Marmara. Inilah isi percakapan kami tanpa sedikitpun saya merubah kata-katanya:
Zaenal Ariefin: Di dunia neh q gk prnah liat iblis krena tuch swswtu yg gaib, tp hri neh q lhat IBLIS yaitu ISRAEL, ISRAEL IBLIS......
06 Juni jam 23:00
Uki Ofunk
http://www.suryadi-putra.co.cc/2010/04/ada-apa-dengan-dewa-19-ahmad-dhani-dan.html
06 Juni jam 23:03 •
Zaenal Ariefin
Udah q buka, udah q bca pn smua, lbih lnjutny kta diskusikn kpan2....
06 Juni jam 23:18
Grace Marbun
http://www.atimes.com/atimes/Middle_east/LF02Ak03.html
06 Juni jam 23:21
Zaenal Ariefin
Grace@songoni ate,molo ta bahason ganjang do critanion,alai na parjolo manembak relawan pas shlat sbuh di mavi marrara halak israel do, na di video halak israel pas membelah dirima relawan,
coba kita mlihat pke hati nurani, blokade yg tdk brprimanusiaan,apakah benar?kekerasan yg berkepanjangan.......
Senin pukul 11:52
Grace Marbun
Aku sih ga pernah mau nyari siapa yg ✗ dan yg bener. Cuma mau ksi informasi saja. Smua org bebas berpendapat. Btw, kalimat yg atas ditranslate dong? Ga gawe ngomong batak
Senin pukul 11:53
Uki Ofunk
"Demikianlah keadaan orang2 kafir itu,hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,dia berkata:"ya Tuhanku,kembalikanlah aku ke dunia,agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan".Sekali2 tidak! Sungguh itu adalah dalih yg diucapkannya saja.Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan". (Al mu'... Lihat Selengkapnyaminun 99-100)
Salam mulia.
Dari ayat diatas,kita dapat mengambil hikma.Yakni:
1.Jangan meyianyiakan waktu ketika di dunia,kendalikanlah waktu anda untuk kerja,bercanda(bergaul),dan beribadah.Karena hanya orang bijak yang dapat menempatkan waktu untuk aktifitasnya.
2.Ingat !,penyesalan ada di akhir. Jadi, untuk tidak menjadi orang merugi manfaatkanlah masa muda,kesehatan-mu,kaya-mu,waktu luang-mu,dan hidup-mu untuk beribadah.
3.Perbanyak berbuat kebajikan untuk diri dan orang lain+agama.
4.Janganlah jadi orang munafiq,jika berkata ia berdusta,berjanji ia ingkar,dan dipercaya ia khianat.
5.Alam Barzakh adalah tempat kita yang ketiga setelah,alam rahim dan dunia.Apakah kita telah siap masuk kedalam kubur?
Think again!
By: ali mz
Senin pukul 12:04 •
Zaenal Ariefin
Grace@Wah gmna neh boru marbun, gk bsa ngomong batak....hehe
Q translite "bgitu y, kalo d bahas neh pnjang critny,yg dluan nyrang kn israel mnembak dri atas kpal mgunkn hlikpter, tp yg divideo oleh orang israel ktika relawan ingin membela diri"
Eaa q thu, tpi kmu terkesan menyanggah kebiadaban israel, aku sech mau mlihatny pke mata hati...
Senin pukul 12:10
Grace Marbun
Ehehehehe, ga pernah ngomong pke batak lagi.makanya lupa.....Kamu sudah baca lengkap link yg aku kasih tidak? Mreka tidak menyerang lgsg. Coba dibaca perkalimat. Dan aku pribadi membela israel krn mreka mmng tidak menyerang duluan membabibuta.nahh,yg aku bingung, knapa political issue spt ini jadi memicu perang antar agama. Dan trus terang aku ... Lihat Selengkapnyamembela israel krn aku bragama Kristen. Krn di Israel banyak agama lain, dan juga di palestina banyak jg org yg non Muslim. Perbedaan itu indah, harusnya kita bisa hidup dgn banyak perbedaan kan ya? Btw, ini kita share aja ya. Bukan mau perang juga.hehehe
Senin pukul 12:15
Uki Ofunk
Jawaban pertanyaan saya ini:
"Barang siapa berat timbangan kebaikannya,maka mereka itulah orang2 yg beruntung.Dan barang siapa ringan timbangan kebaikannya,maka mereka itulah orang2 yg merugikan dirinya sendiri,mereka kekal di dalam neraka jahanmam.Wajah mereka dibakar api neraka,dan mereka di neraka dalam keadaan murum dengan bibir yg cacat".(Al mu'minun102-104)
Senin pukul 12:18 •
Uki Ofunk
Islam itu adalah agama rahmatanlil'alamin(rahmat bgi seluruh alam). Jadi pilihlah yang baik bagimu karena:
"Allah tidak mempunyai anak,dan tidak ada tuhan yg lain bersamaNYA,sekiranya TUHAN banyak,maka masing2 tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya,dan sebagian dari tuhan2 itu akan mengalahkan sebagian yang lain.Mahasuci Allah dari apa yang mereka(orang kafir) sifatkan itu". (Al mu'minun 91)
Senin pukul 12:21 •
Zaenal Ariefin
Uky@trima ksih sobat, atas referensiny, mudah2han kita smua, saudara2 kta yg membaca ini dpt terketuk pintu hatinya......
Senin pukul 12:23
Grace Marbun
Ehehehhe,smuanya bener. Aku suka blajar dr agama lain. Namun juga harus dipahami, agama itu pilihan, dan smua org berhak memeluk agama apapun (yg sah) di dunia ini tanpa dipaksakan. Menyatakan ajaran agama kita ke org yg tidak seagama kita boleh, tapi sampai menghujat sudah tentu tidak boleh, namun lagi2 yg saya bingungkan knapa isu politik brujung isu agama? Krn dr agama manapun tidak diperkenankan membunuh sesamanya.
Senin pukul 12:24
Uki Ofunk
Terimakasih ya grace mau share.
Btw, tau ga yahudi itu mempunyai ritual pngorbanan jiwa,yakni jiwa org2 kris***.Tpi krna suatu hal,mka org2 islamlah jdi sasarannya.
Coba bca ctatan pling bwah dr blog ini.
http://www.suryadi-putra.co.cc/2010/04/ada-apa-dengan-dewa-19-ahmad-dhani-dan.html
Senin pukul 12:45 •
Grace Marbun
Ohh,itu aku jg udah baca. Sbnrnya aku cinta smua umat agama manapun. Kitanya aja yg jadi umat beragama hrus lbh membuka diri utk cari informasi lebih dr media manapun, jd kita tidak jadi berdosa juga krn menuduh ato memfitnah. Kita yg muda hrus menjaga perdamaian antar umat bragama aja. Krn aku jg stuju dr ✗ satu ayat Qur'an yg kamu share disini, kita hrs banyak menambah kebajikan/pahala sblm kembali ke tangan Tuhan
Senin pukul 12:47
Zaenal Ariefin
Grace@udah saya bca, tp tuch tidak faktanya grace, sya bsa ksih link jga yg membktikn israel yg dluan menyrang,dan prlu kmu ktahui antra dua kubu ini mlalui media versi brita2ny berbeda2, aplgi yg bersalah(israel).
Justru yg mengalihkn(membolak balikkan)isu agama ke isu plitk ialah israel, neh blm msuk isuny kta lhat segi politkny mreka bangsa yg tdk pnya tanah, mncaplok stu persatu2 tanah plestina lalu memiliknya, slanjutny isu agama mreka mau memusnkan agama selain mreka....
Senin pukul 12:49
Grace Marbun
Wahhh,saya juga udah baca. Tp ttp makanya kita yg berpendidikan dan beragama hrs membuka diri utk hal2 yg walaupun menyakitkan buat agama kita. Saya lagi2 juga bukan membela israel krn saya Nasrani. Cuman krn alasan rasial yg dr kacamata saya mreka yg bener. :)
Senin pukul 13:03
Uki Ofunk
Klu agama semuanya sama,brarti tuhan banyak.Kalau tuhan banyak berarti alam ini diatur oleh tangan2 tuhan yg berbeda2.Kalau suatu negara diatur oleh banyak presiden,yg mana stiap presiden berbeda2 keinginan,maka akan hancurlah negara itu.
Jadi,hanya 1 lah tuhan.Tak ada tuhan selain dia.
Allah tidak mempunyai anak,dan tidak ada tuhan yg lain ... Lihat SelengkapnyabersamaNYA,sekiranya TUHAN banyak,maka masing2 tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya,dan sebagian dari tuhan2 itu akan mengalahkan sebagian yang lain.Mahasuci Allah dari apa yang mereka(orang kafir) sifatkan itu. Al mu'minun 91
jadi,smoga ini jadi sharing yg brmanfaat buat kita.
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung,lalu Dia(Allah swt) memberikan petunjuk". (Ad dhuha.7).
Senin pukul 13:07 •
Grace Marbun
Ehehehehhe, waduhh, emng bener itu. Ya tpi kan smua keyakinan agama berbeda2 juga jalannya menuju Tuhan-nya. Tpi point nya smua satu, tidak diperkenankan membunuh. Kalo saya juga baca dr berbagai kutipan agama, emang tidak ada Tuhan yg meninginkan perang di bumi.
Senin pukul 13:11
Grace Marbun
@ Uky: btw, Yahudi sama Kristen emng bener ajarannya berbeda. Aku bru ngeh sama commentnya kamu. Td sambil masak sih njawabnya. :D. Nah kalopun emng Yahudi membasmi Kristen atau agama lain, aku tidak bisa berbuat apa2. Marah memang, tpi kalo emang scr duniawi kita tidak bisa memerangi kesadisan mreka, nahh, aku berkeyakinan Tuhan yg ntar menghakimi... Lihat Selengkapnya. Btw, ada juga comment ku di awal yg ✗. Maaf bribu maaf,maksudku aku bela kristen bukan perihal aku beragama kristen. Hehehe,maaf ya zainal dan uky. Saya tidak akan merendahkan agama lain manapun. Krn saya juga berlatar belakang keluarga yg berbeda keyakinan. Jadi ya fleksibel utk bertukar pikiran sama org2 yg berkeyakinan lain. Tp menolak keras utk berperang.
Senin pukul 13:24
Uki Ofunk
Ok, kalau mank bertahan dgn statement sprti itu,maka kpan2 kita bhasnya lbih jauh lg. Krna aku mau ngjar dlu.Ok...Ok...
=>
Senin pukul 13:27 •
Grace Marbun
Oke deeehhhh.......
Senin pukul 13:28
Zaenal Ariefin
wah2....makin alot dech, oleh krena itulah marilah kta dukung perdamaian saudara2 kita yg ada di jalur gaza, dukung pemberhentian blokade, kta ambil langkah sekecil apapun tuk mncptkn perdamaian, krena kta smua tdk suka peperangan, kekerasan, dll, jujur sya mlihat yahudi israel sungguh di luar batas, resolusi perdamaian dri PBB saja mreka abaikan, dan sya btw atas dasar pha grace memihk israel?
Senin pukul 16:02
Grace Marbun
Atas dasar emng blokade itu demi tidak adanya kembali peperangan. Ada satu grup yg bernama HAMAS yg ternyata adalah grup teroris dibawah asuhan siapa gitu. Nah mreka suka menyamar jd org sipil, itu yg slalu memicu palestina dan israel utk berperang. Coba sering googling utk cri brita mancanegara ttg palestina dan israel. Jgn dr berita dr negara ... Lihat Selengkapnyakita tercinta. Dan mnrtku, di saat ini Israel emng tidak memicu perang duluan,bgitu juga palestina. Mreka memblokade dan memeriksa smua kapal yg masuk ke gaza atas alasan banyaknya senjata dan bom yg diselundupkan demi kepentingan HAMAS itu.
Senin pukul 16:54
Uki Ofunk
Berdirinya negara israel adalah karena kaum yahudi/zionis/nasrani sayap kanan eksodus dari eropa. Sebelumnya pemilihan negara yang mau di jajah orang itu adalah argentina,namun karena banyak org nasrani,maka mereka memindahkan tujuan untuk merampas tanah palestina:
http://www.eramuslim.com/berita/palestina/sejarah-berdirinya-israel.htm
setelah ... Lihat Selengkapnyayahudi merampas tanah palestina,maka timbullah aksi dari kaum islam,yakni HAMAS.Yang mana organisasi ini sebagai penoalakan kebrutalan zionis israel(yahudi/nasrani sayap kanan):
http://duniasoer.com/archives/sejarah-berdirinya-hamas.html
Senin pukul 18:00 •
Uki Ofunk
Grace,cobalah berpikir secara hati nurani kemanusiaan,jangan dulu dari sisi agama grace mengoment-nya,mungkin karena kami muslim?
Militer israel adalah yang duluan menyerang para relawan.
Yang mana di atas kpal mavimarmara itu terdapat relawan dri berbagai negara,ras,dan agama,termasuk relawan yahudi juga, yang di tembaki dari helikopter oleh ... Lihat Selengkapnyamiliter israel,yang mana relawan pada saat saat itu sedang didalam dek,bukan diluar dek kapal,relawan muslim sdang shalat subuh dan non muslim sdang terlelap tidur.
Kita jangan liat kesaksian video dri israel saja,yang pada saat itu yg mereka sorot yakni pada saat relawan memukul mereka, tapi liat juga kesaksian dari relawan,cntoh m.Yasin dri tv-one yg mengatkan bhwa militer israel lah yang duluan menyerang,mkannya relawan juga menyerang.Dan pada saat itu yg tewas duluan adalah relawan yg mana ditembak dari atas heli oleh militer israel.
Jadi,apakah grace msi membela kepada yahudi/israel yg membenci perdamaian dengn Relawan muslim dan non muslim,negara palestina(gaza),dan dunia internasional(PBB)???
Senin pukul 18:18 •
Grace Marbun
Waduhhh,justru karna saya bukan krn melihat dr sisi agama. Saya sudah crosscheck smua media trutama media internasional. Krn jujur, saya kurang percaya sama media indonesia. saya sudah liat kesaksian dr kedua belah pihak. Namun nurani saya ttp membela israel scr politik. Dr sisi manusiawi, siapapun yg membunuh saya juga tdk terima,karena Allah juga... Lihat Selengkapnya tidak terima. Begitu loh,uky. Jgn ditegaskan masalah agama, saya melihat perang ini dr sisi politik, krn klo dikaitkan dgn agama, banyak yg ✗. Kedua belah pihak ✗ kalo mau dibahas dr mslh agama.
Senin pukul 18:45
Grace Marbun
Btw,saya senang sama kalian berdua intuk berargumen, krn argumennya sehat dan tidak mengandung SARA. Dan saya juga seneng krn kita bisa baik2 ngomongnya. Dan senang juga bahwa perbedaan keyakinan yg kita miliki tidak membuat perpecahan.....namun bertukar pikiran. Btw, aku hrus kerja nih.ntar kalo ada informasi yg lainnya jgn lupa share ke saya ya. ... Lihat SelengkapnyaTp tetep intinya, saya tidak menginginkan adanya perang lagi antara palestina dan israel. Karena Kerajaan Allah sudah dekat, ada baiknya sluruh manusia di muka bumi yg berbeda keyakinan saling mendekatkan diri ke Tuhan, bukannya perang. :) have a great night you both
Senin pukul 18:52
Uki Ofunk
Relawan kemanusian gaza: Rachel corrie yakni org berkebangsaan amerika beragama KRISTEN. Yg mana tanggal 16 maret 2003 tewas ditabrak buldozer israel/yahudi ketika melindungi rumah orang palestina yang sama sekali tidak dikenalnya.
Apakah masih juga "care" kepada yahudi, yang menginjak2 agama selain mereka(yahudi/israel/narsrani sayap kanan???
Btw... Lihat Selengkapnya, kmi(org islam) memang di ajarkan berbicra,brdebat,ataupun sharing dengan non-muslim secara lemah lembut dan adil dengan memilih dan memilah yg baik => sesuai ayat dibawah ini:
"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan cara yg lebih baik,Kami lebih mengetahui apa yg mereka sifatkan kepada Allah". (Al mu'minun: 96)
dan dalam ayat lain:
"dan dmikian Kami(Allah swt dan malaikaNYA) telah jadikan kamu(umat islam),umat yg ADIL dan PILIHAN".(al baqarah:143).
Salam hidayah. Selamat malam...
^_^
Senin pukul 19:25 •
Grace Marbun
Uky, saya tidak membela yahudi nya. Tetapi negara israelnya. Yahudi juga memang keras terhadap orang yg tidak berkeyakinan sama spt mreka. Sayangnya memang Yahudi lbh banyak populasinya di Israel. (Ehehhehe,nyuri2 mumpung boss blom dtg). Btw, sorry nih bukan mau SARA. Tp punya referensi lain ttg HAMAS slain dr blog muslim td ga? Btw,skali lg saya ... Lihat Selengkapnyatekankan, saya berasal dr keluarga yg berlatar agama yg berbeda.makanya saya sangat senang membuka diri untuk informasi2 dr agama2 lain atau keyakinan lain yg sah, :)
Senin pukul 19:29
Uki Ofunk
Untuk saat ini saya lebih mempercayai referensi dari orang islam,karena kalau selain dari islam,saya takut mereka mengubah2 info dari suatu informasi/fakta yg ada.
Saya juga banyak menyaksikan, satu keluarga yang berbeda keyakinan. Mengapa terjadi seperti itu,karena mereka masih ragu dengan agama yg benar itu.Seperti ustad dibawah ini yang awalnya ... Lihat Selengkapnyadia dari keluarga kris***:
http://m.facebook.com/photo.php?pid=4030948&id=298400792751&r1409274c&refid=7
kembali kepada SARA. Saya tidak membhas masalah agama,tetapi dalam bertata bhasa pada sebuah forum, maka harus menggunakan referensi yang valid,gtu looohh... Oleh sebab itu,untuk tidak meragukan grace akan kebenaran,makannya saya memasuki referensi2 yg ku anggap benar dan infonya jg benar.
Senin pukul 19:43 •
Grace Marbun
Heheheheh, itu juga saya terima. Nahh, karena itu makanya kadang kita jadi tertutup untuk informasi dr pihak lain. Kita jadi membela kaum kita sendiri. Itu manusiawi, namun untuk problem solving, kita tidak bisa meninjau suatu masalah dr satu sumber saja. Hrs banyak referensi dan juga bisa memandang informasi2 secara obyektif, hati dan nalar juga ... Lihat Selengkapnyaharus diseimbangkan dan berpendapat tanpa terpengaruh oleh org lain ataupun paksaan. Tapi makasih banget Uky, saya jd makin banyak tahu ttg muslim. Seneng deh bisa share ama kalian berdua
Senin pukul 19:50
Uki Ofunk
Neh sekedar bacaan saja,tidak untuk d koment ya...
Karena qu mau shalat dlu.
Kitab ayub pasal 22 ayat 21,bhwa: "berlakulah ramah terhadap dia dan masuklah islam". Apabila kita liat tex aslinya yg berbhasa ibrani,maka akan kt dpt redaksi sbb: "taaraf bihi wa syalam" artinya:"jadilah kamu (sbagai)orang muslim".Sebagaimana termaktub dlm injil markus pasal 1 ayat 14" sesudah yohanes masuk islam,datanglah yesus ke galilea".
Senin pukul 19:57 •
Uki Ofunk
Msi OL kan?Hehe.
Wjar kalau saya berbicra atas dasar agma saya,tpi sya jga tidak serta merta mengambil informasi itu,saya jga menyaring mana yg benar2 info yg dapat dpertanggung jwabkan,karena kita orang2 yg brpendidikan.
Masalah israel-palestina memang tidak akan slsai sampai hari akhirat. Tapi kita lihat dari sisi intensitas perlakuan israel yg ... Lihat Selengkapnyaterus menerus tidak senang dengan palestina yg awalnya negri itu adlh punya palestin.Kita sbgai manusia hrus stidaknya mengurangi intensitas peperangan yg brkepanjangan.
Senin pukul 20:25 •
Grace Marbun
Btw, coba buka Alkitab online utk mengabsahkan penyataan Uky sblmnya. Yohannes tidak masuk Islam loh. :). Kalo masalah otoritas daerah, atau perbutan tanah atau areal negara, itu saya msh blom dpt referensinya. But will find out for it as soon as possible.
Senin pukul 20:28
Uki Ofunk
Saya ga percya kitab on line. Td saya langsung ngmbil/baca dr kitab injil.
Senin pukul 20:32 •
Uki Ofunk
Saya ga percya kitab on line. Td saya langsung ngmbil/baca dr kitab injil.
Karena kitab tetaplah kitab.
Jadi, apa dah bca mengenai yg tdi ini?:http://m.facebook.com/photo.php?pid=4030948&id=298400792751&r1409274c&refid=7
Senin pukul 20:35 •
Grace Marbun
Justru di Alkitab (berbentuk buku) saya juga membaca isi yg sama. Yohannes tidak masuk Islam isinya. Ntar kapan2 saya scan deh saya tag ke Zainal aja. :)
Senin pukul 20:38
Uki Ofunk
Memang bnyak kitab2 injil yg tidak di akui sendiri oleh umat kris***. Ada16 kitab:
injil barnabas,matthias,abiyuniun,yakob,thomas,nicodemus,tujuh puluh,ajaran 12 shbat,peringatan,ibariyin/nashriyin,petrus,kehidupan,orang2 mesir,para pengiku dysyon,klmpok many,dan klmpok markiyun.
Adakah kitab on line itu trmasuk kdlam yg 16 itu?
Senin pukul 20:45 •
Uki Ofunk
Memang bnyak kitab2 injil yg tidak di akui sendiri oleh umat kris***. Ada16 kitab:
injil barnabas,matthias,abiyuniun,yakob,thomas,nicodemus,tujuh puluh,ajaran 12 shbat,peringatan,ibariyin/nashriyin,petrus,kehidupan,orang2 mesir,para pengiku dysyon,klmpok many,dan klmpok markiyun.
Adakah kitab on line itu trmasuk kdlam yg 16 itu?
Bahkan pda abad pertama dan kedua msehi mencpai 90kitab injil yg tidak di akui,belum lg trmasuk matius,markus,lukas dan yohanes.
Senin pukul 20:48 •
Grace Marbun
Owhh, ga pernah tau ttg itu. Ya slama ini memakai Alkitab yg dikeluarkan oleh LAI. Dan isinya sama smua dgn yg di online. Dan dengan yg berbahasa inggris juga sama. Smua Alkitab yg pernah aku baca sama. Blom ada sih baca yg kaya kamu sebutkan.
Senin pukul 20:48
Grace Marbun
Bru selsai baca link yg kamu kasih terakhir. Wahhh, itu sih diluar batas rasional saya. Tidak ada kitab suci yg mengandung porno. Saya rasa orang2 yg menganggap ada kitab suci yg porno mengartikan ayat2 yg tertuliskan di kitab itu secara harafiah. It's so irrational. Saya ga stuju klo ada orang Kristen yg menyebutkan kitab Al'Quran kitab yg porno. ... Lihat SelengkapnyaSaya juga pernah membaca kutipan2 ayat Al'Quran yg sudah dialihbahasakan ke Indonesia. Dan slama ini ga ada yg porno. (Btw,maaf klo ada ✗ penulisan di stiap comment saya. Seperti penulisan Al'Quran).
Senin pukul 20:57
Zaenal Ariefin
Maf q telat coment biz plg krja, d smbung dri yg trputus td, grace..!hamas bkn teroris, kta dudukkn dlu pngrtian teroris dan hamas, teroris tuch :srangkaian srangan2 trkordinasi yg membangkitkn teror trhadap skelompok masyarkat, berbeda dgn PERANG!!teroris tdk berprikemanusiaan dan tdk memiliki justifikasi,
Sdngkan Hamas : Harakat Al Muqawwamal ... Lihat SelengkapnyaIslamiyyah adlah sbuah gerakan dan partai politik palestina, jd mereka bkn teroris, mereka d terima masyrakat palestina, di pilih berhasil menduduki parlemen, dn memenangkn pemilu, cba grace cross cek ulang ge,hamas scra knsisten udh mnawarkn sbuah gnjtn snjata slama 10 tahun, tuk membrikn ruang nafas trhap konflik yg brlangsung slama lbih 62 tahun,,
Mengenai blokade, dikhawatirkany kapal2 yg membrikan bntuan dicegat, knapa tdk di periksa sja ad tdk, membawa senjta2 alat2 perang, faktanya kn mereka memusnahkn obat2tan, tenda rumah siap jd, dan makanan2, apakah itu yg grace ktakan upaya perdamaian antra israel dan palestina?
Senin pukul 21:00
Uki Ofunk
Beberapa pkar sjarah agma masehi,seperti oursyin,adzib,dan spreum tlah menulis tntang bnyaknya kitab injil bsrta nama2nya msing2. Pkar sjrah brkbngsaan jrman,brnama arnest d'yunus,dlm bkunya al-islam mnjlaskn bhwa smua riwayat tntang pnyaliban dn pnbusan dosa adlh smata2 kbohongan paulus dn org2 munafik sprti-nya.Pra pmuka agma kristen dhulu tlah ... Lihat Selengkapnyamengakui bhwa greja2 yg ada smnjak msa pra shbat yesus smpai 325 thun kmudian,tdk mmiliki stu injil yg d iimani oleh smua klmpok,ttapi msing2 memiliki injil trsndri.
Solous,pkar agma brhala pda abad kedua msehi,mngaskn bhwa org2 kristen tlah menggnti injil2 mrka sbnyak tiga atau empat x,mreka tlah mngubhnya dan mnghpus sluruh ajran isa alaihissalam sma skali,tnpa tersisa.
Jadi, apkah kitab suci dpat diganti oleh manusia?Apkah kitab suci adlah prktaan ruhulkudus?
Sjak abd ke 2 sja sdah dgnti2 manusia,apa lgi yg skrang?Sungguh mlang kitab suci itu.
Maaf klu ada kat2 yg kurang brknaan,krna sya bcra fakta.
Senin pukul 21:02 •
Grace Marbun
Zainal: UN skalipun sudah memperbolehkan Israel utk memberhentikan sluruh kapal yg hendak melalui Gaza utk diinspeksi. Pertanyaan saya kembali kenapa kapal flotila itu membantah praturan tsb dan tidak berlayar ke pelabuhan utk diinspeksi? Coba baca sekali lagi kutipan yg saya berikan di awal.
Senin pukul 21:03
Zaenal Ariefin
saya sepakat politik di selesaikan secara politik, agama secara agama, tawaran langkah politik dri pbb, yaitu mengeluarkn resolusi berpuluh2 kali saja mereka langgar, gmna misal negara kita melanggar 1 resolusi saja....
kita berbuat untuk ini, adanya sikap....
Senin pukul 21:07
Uki Ofunk
Tdi mengnai kitab ayub,kan sudah sya blang jngan d komen.Tpi krna grace mengomentnya,ya...Jdi,hrus d dudukkan trus dech mslahnya.
Jdi bhasan kita d mlam yg sejuk ini adlah
"politik timur tngah dan agma sbgai lndasan awal antara bnar dan slah".
Cocok ga materinya?
Senin pukul 21:09 •
Grace Marbun
Cocok, cuman karna rasa pnasaran saya rerhadap Yohannes masuk muslim. Hehehehe, oke, skip those and let's argue about palestine and israeli. Maaf bribu maaf ya. Oh iya, mau dong link ttg banyaknya isi Alkitab yg tidak diakui sebagian umat Kristiani. Jd saya bisa compare
Senin pukul 21:14
Uki Ofunk
Yg disesalkan adlah mengapa militer israel menginspeksi relawan secara menembak membabi buta. dlm peraturan prang,relawan,anak2,prmpuan,dan org jempo tidak boleh trlibat atau di sakiti. Tpi mngpa israel ttap mlanggar peraturan itu?
Ingat,blokade yg dlakukan israel adlah sbgai strategi menghncurkan gaza scra perlahan.Mkan tidak dpat d impor k gaza,shingga mreka mti klaparan.
Apakah ini yg hrus kita biarkan?Apa ini yg hrus kt bela?
Senin pukul 21:16 •
Zaenal Ariefin
Grace@daerah blokade tuch laut perairan internasional, bkn mseh di wilayah laut negara yg bersangkutan
,,
Mengenai antara terorist dan hamas kmu dah bsa bedakan kn...??
Kta fokus jha dlu ke diskusi uky dan grace, agar lebih substansi.....
Senin pukul 21:19
Uki Ofunk
Tdi tu bukan dri link,tpi lngsung sya bca dri buku"rahasia muhammad dlam taurat dan injil" krangan M.Izzat ismail at thahthawi,PT bina rena pariwara,1997,hlm.103-106
Senin pukul 21:21 •
Grace Marbun
Waduhhh, skali lg ttp dibaca, mreka turun ke kapal lewat jalur udara, dan membawa senjata paint ball. Krn mreka juga sudah diperingatkan oleh UN utk tidak menyerang membabi buta. Tpi kenyataannya malah ttp dipukuli. Ayo dibaca kembali pernyataan UN yg menyatakan, israel tdk pernah memblokade kapal2 yg MURNI membawa bantuan brupa makanan dan bantuan... Lihat Selengkapnya materi lainnya. Namun, kecurigaan Israel bahwa kapal2 relawan spt itu dijadikan aji mumpung utk menyelundupkan senjata, makanya mreka menginspeksi stiap kapal. Kalo sudah diinspeksi baru passed ok utk menyampaikan bantuannya. Lagi2 saya bukan membela israel krn pembunuhannya. Tetapi krn mreka sudah mencoba pendekatan yg baik. Mulai dr memperingati utk berhenti, tidak diindahkan,mreka terpaksa masuk ke kapal lwt jalur udara utk menggiring kapal tersebut ke pelabuhan, ternyata org2 di kapal malah memberontak. Kalo secara logika kalau emang beneran membawa bantuan yg baik, knapa hrus takut utk diinspeksi?
Senin pukul 21:23
Grace Marbun
Ohh, gitu ya,ky. Ntar saya beli bukunya. Saya jg stuju loh Zaenal klo statement kamu ya agama masalah agama, politik ya politik. Cuman dr awal saya juga dishare ayat2,makanya saya juga mbahas mslh agama terpisah dr perang palestina-israel. Blakangan kan sya dan uky membahas ayat2 juga dr masing2 kitab suci.
Uky, saya orgnya tidak gampang ... Lihat Selengkapnyatersinggung kok. Saya membuka diri dgn pendapat smua org,baik itu menyakitkan atau menyenangkan. Dan saya berpaham "smua manusia bebas berpendapat. Asal tidak memaksakan kehendaknya ke atas kehendak org lain" itulah makanya timbul kiasan "perbedaan itu indah" :)
Senin pukul 21:28
Zaenal Ariefin
Saya gk percaya spenuhnya link itu, apakah terbukti di kapal ad senjata2 yg di selundupkan,kn tdk, dgn alasan mencurigai mereka menhentkn kapal lalu bntuan bntuan pun tdk smpai, mngnai hamas dah pahamkan?
Senin pukul 21:30
Uki Ofunk
Nyatanya grace,setelah d periksa, ga da qo snjata2 yg dcurigai itu. Mlah yg ada apa?Bnyak yg korban kan dri relawan kan??
Aduuh,dah lah grace, itu akal2an israel yg berkonspirasi dnga PBB(yg notabene PBB jg sudah d kuasai amerika,khususnya nasrani syap knan).
Tau ga,bhwa parlemen amerika dkuasai oleh kaum yahudi,bukan mlah kaum kris***. Nasrani ... Lihat Selengkapnyasayap kanan;presiden amerika, sjak carter hingga kni adlah pndukung glongan ekstrim ini,trmasuk bush yg trang2an mngtakan dlam pidatonya: "ssungguhnya tuhanku tlah memerintahkan aku untk memerangi bin laden dan saddam husein",seolah2 dia(bush) adlah nabi org nasrani.
Senin pukul 21:36 •
Grace Marbun
Hamas klo dr blog muslim ya sudah. Tp dr blog international yg tidak menyangkutpautkan masalah agama saya blom dpt informasinya. Jadi saya masih akan ttp mencari tahu di masa2 ke depan. Kalau anda tidak percaya kepada link itu ya saya trima. Namun, drtd saya kan sudah tegaskan, smuanya layak berpendapat bebas. Dan bukan berarti jg saya membela ... Lihat Selengkapnyaisrael saya jg tidak berhati nurani dan membenarkan adanya pembunuhan. Kita Indonesia jauh banget dari palestina dan israel. Dan saya rasa kita juga tidak bisa memutuskan sampai kapanpun apakah israel ato palestina yg memicu peperangan. Smua kejadian yg ada di dunia ini baik menyenangkan dan menyakitkan yang tau persis adalah Tuhan.
Senin pukul 21:39
Grace Marbun
Makanya jauh di awal saya menyatakan, Tuhan yg berkuasa untuk menghakimi, bukan kita manusia. Namun, krn sisi kmanusiaan kita yg tidak sempurna seperti Tuhan, terjadilah perbedaan paham yg bisa jd menimbulkan peperangan. Tp ttp sbg manusia yg berpendidikan, kita hrs menerima smua informasi scr obyektif. Setiap kebenaran yang Zainal dan Uky aminkan... Lihat Selengkapnya (scr agama Islam dan sisi kemanusiaan scr Islam) saya juga menerima dan sangat senang mendapatkan informasi lebih ttg agama Islam krn saya mau membuka diri ttg ajaran dan keyakinan kalian. Namun, saya juga mengamini kebenaran yg saya miliki baik dr sisi agama maupun kemanusiaan. Dan ttp bagi saya perbedaan yg kita miliki sangat indah krn bisa bertukar pikiran. Dan tolong kata2 yg beranggapan saya membela yg ✗ krn pernyataan2 saya tidak disimpulkan sbg saya juga Yahudi atau kaum Zionis.
Senin pukul 21:39
Grace Marbun
Hehehehehe, saya ttp terima kalo kalian tidak bisa menerima. Karena saya tidak akan memaksakan apa yg saya amini ini. Smua bebas berpendapat kok Zaenal dan Uky. Malah saya berterima kasih karna kalian sudah bersedia berargumen. Krn pikiran saya jadi terbuka.
Senin pukul 21:43
Zaenal Ariefin
Grace@eaa grace coba buka mata hati kita lebar2, sya pribadi di sanggah gk msalah, skali kta bebas berargumen, tp bkn memaksakan prinsip, jdikan neh pendidikan, biarkan intuisi kta yg menilai mna benar dan salah....
Senin pukul 21:43
Grace Marbun
Stuju Zaenal. Ini bru namanya hidup antar rukun beragama. Berkepala dingin dalam berargumen. Makasih banget buat kalian berdua.
Senin pukul 21:44
Uki Ofunk
Memang grace itu hnya tuhan yg tau,tpi kitalah yg jg merasakan.Tergantung kita apkah dpat merubah yg buruk itu jdi baik,yg slah jd bnar. Dalam Al-Qur'an dkatakan:
"tidak di ubah suatu kaum,sebelum kaum itu sndiri yg mrubahnya".
Jdi, jika memang kmu anggap itu baik,mka baikkanlah,tapi cra kita aja yg beda dan Tpi tujuan kita juga berbeda. Krna ... Lihat Selengkapnyaakhirnya pda Tuhan yg satu lah kita akn kmbali,yakni Allah swt.(laailaahaillallah: tiada Tuhan selain dari Allah).
Sbgai referensi,coba bca Al-Qur'an:
1. Ali imran ayat 83.
2.Ali imran ayat 85.
3.An Nisa' ayat 125.
4. Al baqarah 130 s/d 134.
5.Al hajj ayat 78.
6.At taubah ayat 30.
7.Al an'aam ayat 125.
8.Al ikhlas 1 s/d 3.
Nb: islam adlah agma yg bnar, kalau grace lihat ada org islam yg tidak beriman,mungkin mreka belum dpat hidayah,jdi org islam jg belum smpurna,tapi agmanya tlah smpurna ykni islam.
Senin pukul 21:55 •
Zaenal Ariefin
Iya sma2 Grace terima kasih jga, udah nmbah wawasan sya jga dan kepala dingin dalam berargumen, mudah2han bkn saja bgi kita krukunan itu tetapi semua umat beragama di dunia
Senin pukul 21:55
Grace Marbun
Amiiiiinnnnn,Zaenal.
@ Uky; saya akan baca surat2 Al'Quran itu. Dan saya bangga Anda ☑ teguh membenarkan umat Islamlah yang benar. Saya sangat menghargainya. Tp kembali kpd ayat Al'Quran yg menyatakan bahwa agama Islam tidak pernah memaksakan ajarannya kepada umat agama lain. Tapi dr lubuk hati saya yg paling dalam Uky, saya senang sekali bisa berkenalan dgn org yg beriman teguh di usia yg muda. So glad to have this debate this nite.
Senin pukul 22:00
Uki Ofunk
Zaenal@Rukun bukan brarti tidak mencari dan menuntun org2 tuk mencri kbnaran yg hakiki,ykni kbnaran dri Allah swt.
Rukun adlah,sling krjsama dlam mencri dan mnuntun org2 yg tidak bnar atau slah jalan dlam mencri kbnaran,krna mereka Makhluk ciptaan Allah jga yg hrus kita baikkan.
Grace@ sungguh bijak kmu berargument. Aku bru ketemu sma org sprti kmu yg ikhlas dlam berargument. Trimakasih ilmunya. Kpan nyambung lg neh? Dah mlam soalnya... Hehehe
Senin pukul 22:02 •
Grace Marbun
Iya. Saya juga hrs kembali ke pekerjaan saya yg menumpuk. :D.....terima kasih juga atas komplimennya terhadap saya.
Senin pukul 22:03
Grace Marbun
Oke. Btw Zaenal dl kamu bisa add saya dr siapa? Heheheheh, lucu jdnya bisa berkenalan krn comment. Kamu anak otomotif jg ya? Krn mutual friendnya anak2 mobil kebanyakan. Kmu kuliah dmana dulu?
Senin pukul 22:11
Uki Ofunk
Sama2. Salam hidayah tuk grace,dan assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh tuk zaenal.
Smoga mimpi indah di malama barokah ini.
Dan usul,buat grace n arip,bisa ga ku buat jdi wcna untuk ku buat ctatan d blog ku prckapan ini??
Senin pukul 22:13 •
Grace Marbun
Boleh aja. Jadi smua org bisa lihat indahnya berukun agama, indahnya perbedaan di dunia. Salam sejahtera buat kalian.
Senin pukul 22:14
Zaenal Ariefin
Uky@iya ki, aku jga bnyak belajar,dri uki dan grace
Grace@senang dpt berargument sehat,dgn grace,membuka nalar (cakrawala) berpikir, kpn2 kta share lg ya...
Senin pukul 22:15
Grace Marbun
@ Uki: jgn lupa share ke saya blog yg kamu tulis ya....
Senin pukul 22:36
Uki Ofunk
Sekedar referensi:
Jika ingin membhas mengenai hukum2 dalam islam, baik hukum perang,ekonomi,ibadah,budaya dan sosial yg islami, neh link nya: http://konsultasisyariah.com/fikih/halal-haram/
Selasa pukul 0:01 •
Uki Ofunk
Grace@ Ini mengenai berita tntang relawan,dan link ini bukanlah link klmpok khusus(islam),tapi klmpok umum:
http://m.okezone.com/read/2010/06/07/337/340465/paspor-yasin-ditahan-karena-namanya-mirip-tokoh-hamas
Selasa pukul 0:06 •
Uki Ofunk
Dan ini juga pernah sya nnton lngsung dri tv-one,dan di lansir lg d link okezone.com,bgaimana israel trhdap negara indonesia: http://m.okezone.com/read/2010/06/07/337/340455/jawab-dari-indonesia-relawan-diludahi-tentara-israel
Selasa pukul 0:09 •
Uki Ofunk
Ini bukti lain kebiadaban israel: http://m.okezone.com/read/2010/06/07/337/340365/ditahan-israel-relawan-diberi-makan-sayur-mentah
Selasa pukul 0:20 •
Uki Ofunk
INI PEMBICARAAN KITA SEMENTARA YANG SUDAH SAYA POST KE BOG SAYA:
http://pustakamirzan.blogspot.com/2010/06/politik-timur-tengah-dan-agama-sebagai.html
JIKA ADA KATA-KATA YANG SALAH MOHON DIKOREKSI...
=)
MAKLUM, SAYA MASIH DALAM TAHAP PEMBELAJARAN. OK...OK...
Selasa pukul 20:54
"Hawa memang dciptkan utk adam n ikan tdk bisa dpisahkn dri air,sprti hamba n Raab'a"
Aku bukan yang anti sma nama'a pacaran. Tpi dlam agamaku kata pacaran ga ada,da engga pernah ada...
Aku bukan org yg menolak nama'a pacaran,tpi dalam nafsuku bisa menjadi haram tubuhku maupun jiwaku jika meng"ia"kan kta pacaran dalam pemahaman qu.
Pa kita ga brfikir bisa menjawab pertanyaan suami/istri kita kelak jika dia menanyakan, "honey,brapa x bibirmu,pipimu n keningmu di cium oleh yg bkan muhrimmu? Brapa x tubuhmu bersntuhan dgn yg bukan muhrimmu?"
Telah tertulis ats ank adam nasib'a dri zina.Akn brtmu dlam hidup'a,tdk bsa tdk.Mka kdua mata,zina'a adlh memndang.kdua tlinga,zina'a brupa menyimakdngarkan.Lisan,zina'a brkata.Tngan,zina'a menyntuh.Kaki,zina'a brjaln.Dan zina'a hti adlh ingin dan angan2.Mka akn dibnarkan hal ini oleh kmaluan,atau didustakan'a.(H.R muslim,dri abu hurairah)
apakah kita rela menikah dgn calon suami/istri kita kelak yg tlah djamah oleh pria/wanita lain?
Wanita2 yg ktor adlh utk lelaki yg ktor n lelaki yg ktor utk prmpuan yg ktor.N wnita yg baik adlh untk lelaki yg baik n laki2 yg baik untk wnita yg baik..(an nur 26)
Apakah kita mau barang "second"???
Tnda tnyak bsar bgi kita generasi muda yg tlah trnoda "otak'a" oleh pmikiran2 "sampah".
"Pakai otak kelian!!!" hanya bgi org2 yg brfikir n brprasaan...
by: orang yang belum sempurna...