PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAJARAN SISWA

Posted by Pustaka Mirzan On Rabu, 17 November 2010 0 komentar
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAJARAN SISWA
A. Pentingnya Bimbingan dan Penyuluhan Pada Segi Pelajaran
Tujuan bimbingan dan penyuluhan dalam pelajaran adalah memberi bantuan kepada anak didik agar dapat menemukan caranya sendiri untuk belajar dengan metode yang lebih mudah dan lebih efisien.
Disamping itu juga agar anak didik mengenal diri, yakni mengetahui kekurangan dan kelebihannya dalam mempelajari tiap- tiap mata pelajaran, sehingga ia mampu dengan berangsur- angsur menyesuaikan diri dengan jenis studi apa yang tepat bagi dirinya itu pada waktu yang akan datang. Maksudnya ialah agar anak didik dengan sadar akan mampu menerima kelompok khusus yang tepat bagi dirinya.
Mengingat bahwa pengajaran adalah alat dari pendidikan maka, tujuan bimbingan dan konseling (penyuluhan) pada segi pelajaran tidak boleh terlepas dari tujuannya secara umum, yakni untuk membantu anak didik dalam mebentuk wataknya sebagai jalan pembentukan kepribadian yang berpancasila.
Mengingat hal- hal tersebut diatas, jelaslah bahwa bimbingan pada umumnya dan bimbingan dan konseling dalam pelajaran pada khususnya mempunyai arti yang sangat penting. Selain itu tujuan pelayanan bimbingan bagi murid adalah (Djumhur, 1975: hlm 30) :
a. Membantu murid- murid untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang ada
b. Memabantu proses sosialisasi dan sensitivitas kepada kebutuhan yang lain
c. Mebantu murid mengembangkan motif- motif intrinsik dalam belajar, sehingga tercapai kemajuan pengajaran yang berarti dan bertujuan
d. Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan
e. Mengembangkan nilai dan sikap secara menyeluruh, serta perasaan sesuai dengan penerimaan diri
f. Membantu dalam memahami tingkah laku manusia
g. Membantu murid memperoleh kepuasan pribadi dan dalam penyesuaian diri secara maksimum terhadap masyarakat
h. Membantu murid untuk hidup dalam kehidupan seimbang dalam berbagai aspek fisik, mental dan sosial.


B. Hal- hal Yang Perlu Diperhatikan
a. Bimbingan adalah suatu proses yang oleh karenanya memerlukan kesabaran dan pengabdian diri dari pihak pembimbing
b. Pembimbing hendaknya bergerak secara operasional terutama dalam bidang pencegahan, oleh karena itu pembimbing harus aktif, kreatif, kontruktif dan kontinue
c. Karena bimbingan bertugas membantu anak didik agar dapat mengatasi kesukaran- kesukarannya dalam belajar ( sehingga dapat lebih mudah, efisien dan efektif ) maka, hendaknya kita memiliki faktor- faktor luar apa yang mungkin pada hakekatnya sudah merupakan faktor kesukaran umum.
Fakto- faktor tersebut antara lain, adalah:
 Faktor kurikulum
 Faktor minat dan motif ( dorongan )
 Faktor peralatan
 Faktor evaluasi
 Faktor masyarakat, khususnya orang tua/wali murid


C. Cara- Cara Untuk Mengatasi Kesukaran Dalam Mempelajari Mata Pelajaran
Dalam hal ini, hendaknya para pamong/guru ahli memberikan petunjuk- petunjuk mengenai cara belajar yang efektif dan efisien agar mencapai hasil yang lebih memuaskan. Pada garis besarnya dapat ditempuh sebagai berikut:
a. Untuk mata pelajaran Eksakta
 Belajar secara sistematis dan cukup menyediakan waktu
 Belajaar berdasarkan atas pemahaman
 Mengadakan latihan- latihan yang bersifat rutin
 Memahami dan memperbaiki kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan dalam menyelesaikan soal- soal.
b. Untuk mata pelajaran Pengetahuan Alam
 Belajar secara sistematis dan cukup menyediakan waktu
 Belajar berdasarkan atas pemahaman
 Mengadakan latihan- latihan yang bersifat rutin
 Memahami dan memperbaiki kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan
 Merangkum bagian- bagian informatoris sebagai pegangan untuk berpikir teratur dan kaya
 Mengulangi tiap- tiap rangkuman pelajaran sampai bertaraf pengetahuan
 Kadang- kadang membaca literatur lengkap.
c. Untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial
 Belajar secara sistematis dan cukup menyediakan waktu
 Belajar berdasarkan atas pemahaman
 Mengadakan latihan- latihan yang bersifat rutin
 Merangkum bagian- bagian informatoris sebagai pegangan untuk berpikir teratur dan kaya
 Mengulangi tiap- tiap rangkuman pelajaran hingga menjadi pengetahuan
 kadang- kadang diwajibkan membaca literatur.
d. Untuk mata pelajaran Bahasa
 Belajar secara sistematis dan cukup menyediakan waktu
 Banyak latihan mengarang dan berbicara mencapai tingkat pengetahuan bahasa secara aktif
 Banyak membaca buku dalam bahasa yang dipelajari
 Latihan mengeluarkan buah pikiran dalam bentuk mengarang, pidato yang sederhana dalam bahasa yang dipelajari.
e. Untuk mata pelajaran Menggambar dan Olah Raga
 Menguasai teori
 Praktek dengan teratur
 Berangsur- angsur meningkatkan daya apresiasidan prestasi.


D. Peran Guru Mata Pelajaran
Di sekolah, tugas dan tanggung jawab guru adalah melaksanakan pembelajaran siswa. Kendatipun demikian, bukan berarti guru sama sekali lepas tangan dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling ( penyuluhan ). Peran dan kontribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektifitas dan efisiennya pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Bahkan dalam batas- batas tertentu gurupun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya.
Selain itu, peran yang dijalankan oleh guru yakni sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, bahwa guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi- religius, bersahabat, ramah, mendorong ( memotivasi ), konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat.
Secara rinci, tugas dan tanggung jawab guru mata pelajaran tersebut dalam bimbingan dan konseling adalah:
a. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa
b. Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa- siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa- siswa tersebut
c. Mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor
d. Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing/konselor yakni siswa yang menuntut guru pembimbing/konselor memerlukan pelayanan pengajar atau latihan khusus ( seperti pengajaran atau latihan perbaikan program penjayaan )
e. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru – siswa dan hubungan siswa – siswi yang menuntut guru pembimbing/konselor
f. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti atau menjalani layanan atau kegiatan yang dimaksudkan itu
g. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa
h. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

























KESIMPULAN
Bimbingan konseling adalah sebuah layanan yang berorientasi pada siswa. Bimbingan konseling berusaha memahami keberadaan dan kebutuhan siswa, serta membantu siswa dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Dari pemahaman akan kebutuhan siswa itulah, maka aspek pendidikan yang lain seperti administrasi dan kurikulum sekolah dibangun. Pijakannya sekali lagi adalah melayani siswa. Bahkan jika kebijakan yang dibuat pemerintah dalam bidang pendidikan juga merujuk pada pemahaman akan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi siswa, maka pendidikan Indonesia akan menjadi pendidikan yang tidak hanya bersifat top down, tetapi lebih bottom up dan berorientasi pada peningkatan kualitas siswa secara menyeluruh dan utuh, baik aspek akademis, psikologis, personal, maupun sosialnya.
Jika aspek psikologis, personal dan sosiologis dari siswa bisa terlayani dengan baik, maka akan berimbas pada pencapaian akademik mereka. Namun sekali lagi, hal ini juga bergantung pada sinergi seluruh pelaku pendidikan, mulai dari pembuat kebijakan, administrator sekolah, guru, dan implementasi dari bimbingan konseling itu sendiri.
















DAFTAR PUSTAKA

Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah, Usaha Nasional, 1983.

Djumhur, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, CV. Ilmu, 1975.

Internet: Pentingnya Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, oleh Yudha Kusniyanto, S.Sos (YudhaKusniyanto@des2008)

0 komentar to PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAJARAN SISWA

Poskan Komentar